Kompas.com - 02/05/2019, 19:43 WIB
Pendiri WikiLeaks Julian Assange (berjenggot) ketika digelandang keluar dari Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, pada Kamis (11/4/2019). Ruptly via Daily MailPendiri WikiLeaks Julian Assange (berjenggot) ketika digelandang keluar dari Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, pada Kamis (11/4/2019).

LONDON, KOMPAS.com - Pendiri situs WikiLeaks Julian Assange tidak ingin jika diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) ketika hadir dalam persidangan di London, Inggris.

Assange hadir via teleconference di Pengadilan Westminster, di mana pengacara pemerintah AS mulai menjabarkan dugaan tentang munculnya dokumen rahasia.

"Saya tidak ingin menyerahkan diri dan diekstradisi karena melakukan karya jurnalistik yang mendapat banyak penghargaan dan melindungi banyak orang," tegas Assange dikutip AFP Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Assange Dijatuhi Hukuman Penjara 50 Pekan oleh Pengadilan Inggris

Rabu (1/5/2019), Assange dijatuhi hukuman penjara selama 50 pekan setelah terbukti melanggar persyaratan jaminan pembebasannya pada 2012 silam.

Saat itu, Assange memilih mengungsi ke Kedutaan Besar Ekuador di London dan tinggal di sana dengan status suaka sebelum ditangkap pada 11 April lalu.

Assange ketika itu hendak diekstradisi ke Swedia di mana dia dituduh melakukan kekerasan seksual dan pemerkosaan. Dia menyebut dakwaan itu berkaitan dengan keputusannya merilis dokumen rahasia AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Assange takut jika dakwaan itu hanya menjadi alibi untuk menahannya dan kemudian mengirimkannya ke AS di mana pria berusia 47 tahun itu bakal menghadapi penuntutan.

AS mendakwa Assange melakukan konspirasi dengan mantan analis intelijen AS Chelsea Manning untuk mendapatkan password komputer milik Kementerian Pertahanan pada Maret 2010.

Manning kemudian memberikan ratusan dokumen rahasia berisi kesalahan militer AS di Perang Irak beserta sejumlah rahasia yang diperoleh dari negara lain.

Persidangan tersebut dihadiri oleh sejumlah pendukung Assange yang berada di luar pengadilan. Mereka yakin jika dibawa ke AS, Assange bisa mendapat dakwaan lebih serius dengan ancaman hingga hukuman mati.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.