Biarkan Putri Tirinya Tewas Kelaparan, Ibu Ini Dihukum Mati

Kompas.com - 01/05/2019, 19:33 WIB
Tiffany Moss ketika mendengarkan putusan juri yang menjatuhkan hukuman mati kepada dia setelah terbukti bersalah membuat anak tirinya yang baru berusia 10 tahun tewas kelaparan 2013 silam. AP via The IndependentTiffany Moss ketika mendengarkan putusan juri yang menjatuhkan hukuman mati kepada dia setelah terbukti bersalah membuat anak tirinya yang baru berusia 10 tahun tewas kelaparan 2013 silam.

ATLANTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan dilaporkan mendapat hukuman mati di Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat ( AS), setelah membuat putri tirinya tewas kelaparan.

Ibu bernama Tiffany Moss itu dinyatakan bersalah pada Senin (29/4/2019) atas kematian Emani Moss, putri tiri yang berusia 10 tahun, pada enam tahun silam.

Baca juga: Dihukum Mati, 2 Terdakwa Pembunuhan 6 Orang Ajukan Banding di Hari Terakhir

Diwartakan The Independent dan CNN Rabu (1/5/2019), Moss terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan, penyiksaan anak, dan upaya penghilangan barang bukti.

Media lokal Atlanta-Journal Constitution mewartakan, Moss sama sekalit tidak menunjukkan emosi di mukanya ketika juri menjatuhkan hukuman mati itu.

Perempuan berusia 36 tahun itu terdakwa pertama yang bakal menjalani suntik mati di Georgia dalam lima tahun terakhir berdasarkan laporan Atlanta-Journal.

Dalam persidangan, dipaparkan bagaimana Moss berusaha menghilangkan bukti kejahatannya dengan cara membakar jenazah Emani di kawasan permukiman Lawrenceville.

Saat jenazah Emani yang sudah hangus terbakar ditemukan polisi, dilaporkan saat itu bobotnya hanya 32 pound atau sekitar 14 kilogram, jauh dari rata-rata anak seusianya.

Si ayah Eman Moss yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena bersekongkol dengan istrinya itu meneleponn polisi dan mengatakan anaknya bunuh diri.

Saat di lokasi kejadian, polisi mengungkapkan bagaimana Eman menuturkan bahwa putrinya itu telah mengakhiri hidup dengan cara meminum cairan kimia.

Dalam kesaksian pengadilan, diketahui Moss menolak untuk memberi makanan kepada si putri tiri selama dua pekan sehingga dia tewas sebelum jenazahnya dibakar.

"Dia akan dipindahkan ke pengadilan negara bagian dalam 20 hari ke depan setelah menerima putusan," terang Jaksa Distrik Gwinnett County, Daniel Porter.

Jika dieksekusi, dia bakal menjadi perempuan ketiga sepanjang sejarah Georgia yang mendapat hukuman mati setelah Lena Baker pada 1944, dan Kelly Gissendaner di 2015.

Adapun pengacara Moss menyatakan mereka bakal mengambil langkah hukum terhadap hukuman mati yang diterima Moss.

Baca juga: China Kembali Jatuhkan Hukuman Mati kepada Warga Kanada

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X