Kompas.com - 01/05/2019, 17:08 WIB
Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok) Lockheed Martin/Jerusalem PostJet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Setelah tiga tahun sejak dinyatakan siap tempur, Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menerjunkan jet tempur F-35 mereka dalam misi tempur sungguhan.

Serangan udara untuk mendukung Operation Inherent Resolve dilaksanakan oleh dua unit jet tempur F-35 tipe A di kawasan Wadi Ashai, Irak, pada Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Erdogan: Proyek Jet Tempur F-35 Bisa Kolaps Tanpa Bantuan Turki

Diberitakan Russian Today Rabu (1/5/2019), dua jet tempur F-35A itu menggempur basis pertahanan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di pegunungan Irak.

"Jet tempur F-35A menyerang terowongan dan persenjataan Daesh (singkatan ISIS) di Pegunungan Hamrin, lokasi yang bisa mengancam sekutu kami," ucap AU AS dalam keterangan resmi.

Sekitar 15 tahun setelah Lockheed Martin memenangkan kontrak untuk membuat jet tempur itu, AS menyatakan F-35 tipe A siap diterjunkan pada Agustus 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengumumkan telah menggunakan jet tempur generasi kelima itu dalam operasi sungguhan pada Mei tahun lalu.

Meski terdapat dua misi tempur yang terkonfirmasi, jet tempur siluman yang disebut sebagai program persenjataan termahal AS itu dilaporkan masih punya masalah.

April kemarin, F-35 milik militer Jepang dilaporkan jatuh di perairan Pasifik 30 menit setelah lepas landas bersama tiga pesawat lainnya dalam misi latihan.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, sebelum jatuh jet tempur tersebut sempat menyembulkan terdapat permasalahan di bidang sistem navigasi serta pendingin.

Sebuah laporan dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS pada 2018 mengungkapkan bahwa program itu mempunyai lebih dari 960 "kekurangan terbuka" yang perlu diselesaikan.

Kemudian sebuah laporan Pentagon yang muncul pada Februari lalu menuturkan terdapat masalah dalam senjatanya hingga masa operasionalnya jauh lebih rendah dari yang direncanakan.

Baca juga: Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X