Menlu AS: Upaya Maduro Tinggalkan Venezuela Dihentikan Rusia

Kompas.com - 01/05/2019, 10:47 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).AFP/HO/Venezuelan Presidency Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersiap untuk meninggalkan negaranya menuju Kuba.

Namun, keberangkatannya urung dilakukan setelah pembicaraan dengan Rusia.

"Kami sudah menyaksikan sepanjang hari, sudah lama sejak semua melihat Maduro," katanya dalam wawancara dengan CNN, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Ada Upaya Kudeta, Kerusuhan Pecah di Venezuela


"Dia sudah punya pesawat yang bersiap di landasan untuk pergi pagi ini, namun Rusia meyakinkan agar dia harus tetap berada di Venezuela," ucapnya.

"Dia berencana menuju ke Havana," imbuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan klaim Pompeo itu keliru.

"Washington mencoba untuk menurunkan moral tentara Venezuela dan sekarang menggunakan klaim palsu sebagai bagian dari perang informasi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuding Kuba telah mendukung Maduro. Dia juga memperingatkan adanya dugaan pengiriman ribuan tentara negara komunis itu ke Venezuela.

Trump pun mengeluarkan ancaman kepada Kuba apabila negara tersebut mengerahkan pasukan untuk mengacaukan konstitusi Venezuela.

"Jika pasukan Kuba dan milisi tidak segera menghentikan operasi militer dan lainnya untuk tujuan menyebabkan kematian dan kehancuran pada konstitusi Venezuela, embargo penuh dan menyeluruh, bersama dengan sanksi tertinggi akan diterima pulau Kuba," begitu kicauan Trump.

Hingga kini belum diketahui tindakan lebih lanjut apa yang akan dilakukan AS karena negara itu telah memberlakukan embargo terhadap Kuba selama enam dekade.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menyebutkan, ada sekitar 25.000 pasukan Kuba telah dikerahkan ke Venezuela.

Baca juga: Oposisi Venezuela Klaim Didukung Militer, Reaksi Dunia Terbelah

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, AS sebelumnya mengetahui tiga pemimpin senior Venezuela termasuk menteri pertahanan telah merencanakan untuk menggulingkan Maduro.

Mereka disebut mendukung Juan Guaido, pemimpin oposisi yang diakui sebagai presiden sementara oleh AS dan sebagian besar negara Amerika Latin dan Eropa.

Sementara China, Kuba, dan Rusia tetap menjadi pendukung utama Maduro, yang dikenal sebagai penyebab kehancuran perekonomian Venezuela.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X