Oposisi Venezuela Klaim Didukung Militer, Reaksi Dunia Terbelah

Kompas.com - 30/04/2019, 22:38 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. AFP/YURI CORTEZ/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro (kiri) dan pemimpin oposisi Juan Guaido.

Baca juga: Maduro: Venezuela Siap Terima Bantuan Internasional

Spanyol

Melalui juru bicara pemerintah Isabel Celaa, Spanyol berharap ketegangan yang terjadi di negara kaya minyak tersebut tidak akan berujung kepada pertumpahan darah.

Celaa meminta agar diadakan "pemilu yang demokratis" dengan Madrid siap memberikan dukungan penuh kepada usaha menurunkan ketegangan di Venezuela.

Spanyol merupakan salah satu dari 50 negara yang memberi dukungan kepada Guaido, dengan Celaa menyatakan dia adalah sosok yang dianggap mampu memberi perubahan.

"Namun, kami sama sekali tidak memberikan dukungan kepada adanya segala kudeta militer," tegas Celaa dalam keterangan resminya.

Inggris

Juru bicara pemerintahan Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menegaskan mereka bersama mitra internasionalnya menyatakan dukungan terhadap Guaido.

"Fokus kami adalah resolusi damai atas krisis dan pemulihan demokrasi di Venezuela. Rakyat Venezuela berhak mendapat masa depan lebih baik. Rezim Maduro harus keluar," tegas London.

Baca juga: Bloomberg: Venezuela Jadi Negara Paling Sengsara di Dunia

Kuba

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di Twitter berkata dia menentang adanya usaha kudeta yang bertujuan untuk menimbulkan kekacauan di Venezuela.

"Si pengkhianat yang menempatkan dirinya sebagai pusaran segala pergerakan subversif ini menggunakan tentara dan senjata berat untuk menimbulkan kepanikan dan teror," tutur dia.

Uni Eropa

Juru bicara Komisi Eropa menjelaskan mereka sudah mengetahui tentang situasi yang ada di negara Amerika Latin tersebut. Namun menolak berkomentar.

Meksi begitu, Ketua Parlemen Eropa Antonio Tajani mengapresiasi pembebasan tokoh oposisi Leopoldo Lopez dari status tahanan rumah sebagai "momen bersejarah".

Lopez merupakan pemenang Penghargaan Sakharov. Yakni penghargaan hak asasi manusia tahunan yang biasanya diberikan oleh Parlemen Eropa.

Baca juga: Presiden Brasil Sebut Negaranya dan AS Fokus Gulingkan Rezim Maduro

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X