Erdogan: Proyek Jet Tempur F-35 Bisa Kolaps Tanpa Bantuan Turki

Kompas.com - 30/04/2019, 20:27 WIB
Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp. wikia.comPesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi peringatan kepada Amerika Serikat ( AS) untuk tidak mengeluarkan mereka dari program jet tempur F-35.

Berbicara dalam pameran pertahanan di Istanbul, Erdogan menyatakan program jet tempur generasi kelima itu bakal gagal jika AS menghalangi pengiriman.

Baca juga: Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain

Dilansir Russian Today Selasa (30/4/2019), Erdogan menuduh Washington telah menjatuhkan keputusan yang sangat tidak adil sekaligus menekan Turki terkait kesepakatan F-35.

AS telah menegaskan tidak akan mengirimkan jet tempur F-35 kecuali Turki membatalkan kesepakatan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Politisi AS berargumen bahwa membeli sistem rudal itu selain bisa mendapatkan sanksi, juga tidak sesuai dengan gaya pertahanan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO).

Erdogan menuturkan segala upaya yang dilakukan AS tidak akan diterimanya. "Saat ini, kami bersiap untuk membangun program jet tempur nasional," ujarnya.

"Proyek F-35 bakal kolaps jika tanpa bantuan Turki. Program itu bakal gagal jika Washington maish terus menghalangi pengiriman jet tempur yang dijanjikan ke kami," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mevut Cavusoglu menyatakan Turki bisa mencari teknologi pengganti jika AS tidak juga segera mengirimkan jet tempur itu.

Cavusoglu menjelaskan hingga saat ini, Ankara masih belum mempermasalahkan kontribusi yang mereka berikan terhadap program pengembangan jet tempur generasi kelima itu.

"Namun jika terjadi skenario terburuk, maka kami terpaksa harus memenuhi kebutuhan pertahanan kami di tempat lain yang menawarkan teknologi lebih bagus," ancam Cavusoglu.

Tak jauh berbeda dengannya, Menteri Pertahanan Hulusi Akar menyatakan mereka mempunyai "rencana B" jangka pendek, menengah, hingga panjang jika AS tidai memenuhi janjinya.

Turki bersikeras pembelian S-400 tidak akan mengancam baik F-35 maupun NATO. Bahkan, mereka menawarkan pembentukan komite untuk mengkaji potensi kebocoran.

Baca juga: 2025, AS dan Sekutunya Bakal Punya 200 Jet Tempur F-35 di Asia Pasifik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X