Anjing Peliharaan di India Ditahan karena Melanggar Kampanye Pemilu

Kompas.com - 30/04/2019, 18:58 WIB
Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA) Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA)

MUMBAI, KOMPAS.com - Seekor anjing peliharaan ditahan oleh kepolisian India karena dianggap melanggar aturan kampanye.

Pada tubuh hewan berkaki empat tersebut terdapat stiker slogan-slogan yang mendukung petahana Narendra Modi di kota Nandurbar, Maharashtra.

Laporan dari New Indian Express menyebutkan, polisi telah menahan anjing dan pemiliknya, Eknath Motiram Chaudhary (65), ketika terlihat di dekat rumah sakit Andhare pada Senin (29/4/2019) sore.

Baca juga: Saling Bertukar Istri, Empat Pria di India Ditahan

Pada tubuh anjing tersebut, terdapat pesan "Modi Lao, Desh Bachao" yang berarti berikan suara untuk Modi dan selamatkan negara.

Penangkapan itu bersamaan dengan pemungutan suara yang dalam pemilu raksasa yang berlangsung hingga 19 Mei.

"Kami menahan anjing dan pemiliknya karena itu adalah hari pemungutan suara," kata pejabat polisi Ganpat Phil kepada AFP.

"Mereka berkeliling mempromosikan Modi dan melanggar aturan kampanye pemilu," imbuhnya.

Saat pemungutan suara sedang berlangsung, polisi telah menerima laporan keluhan tentang anjing dan pemiliknya yang berjalan di sekitar kota.

Chaudhary dianggap melanggar aturan pemilu yang melarang kampanye pada hari pemungutan suara.

Sementara, polisi telah meminta lembaga kota untuk mengambil alih pemeliharaan atas anjing itu.

Baca juga: Aparat India Tangkap Pria yang Berencana Lakukan Serangan Bunuh Diri

Meski demikian, Chaudhary dibebaskan pada Senin malam dengan diberi peringatan.

Tahun ini, sebanyak 900 juta rakyat India memiliki hak suara. Jumlah tersebut mencapai empat kali lipat jumlah pemilih sah di Amerika Serikat.

Para pemilik suara akan memilih wakil mereka di parlemen yang pada gilirannya akan menentukan apakah PM Narendra Modi akan mendapat mandat lima tahunnya berikutnya.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X