Kompas.com - 30/04/2019, 17:48 WIB
Aparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019). AFP/STRAparat keamanan Sri Lanka berjalan di antara puing di dalam gereja St Sebastian, Negombo, sebelah utara Kolombo. Gereja ini menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).
|

KOLOMBO, KOMPAS.com - Pemerintah Sri Lanka berhasil mengidentifikasi 42 warga asing di antara 253 korban tewas akibat bom Minggu Paskah lalu.

Sementara itu, 12 warga asing belum dapat diidentifikasi dan kemungkinan masih berada di antara jenazah dengan nasib sama di kamar jenazah kepolisian Kolombo.

Lima warga asing lain kini masih memulihkan luka-lukanya di rumah sakit usai serangan terhadap sejumlah gereja dan hotel itu.

Baca juga: Saudari Dalang Teror Sri Lanka Sebut 18 Anggota Keluarganya Tewas

Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan, India menjadi negara yang paling banyak kehilangan warganya yaitu 11 orang. Disusul Inggris (6), China (4), dan Denmark (3).

Sedangkan Arab Saudi, Spanyol, dan Turki masing-masing kehilangan dua warganya.

Dan satu warga Bangladesh, Jepang, Belanda, Portugal, Swiss, dan Amerika Serikat tewas dalam tragedi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu masih terdapat enam orang yang memiliki lebih dari satu kewarganegaraan.

Sebelumnya, pemerintah Sri Lanka menyebut 40 warga asing tewas dan belum merinci kewarganegaraan mereka.

"Jenazah 25 warga asing sudah dipulangkan pada Senin malam," demikian pernyataan Kemenlu Sri Lanka.

"Sebagai tambahan, 12 warga asing masih belum bisa diidentifikasi dan masih berada di kamar jenazah," tambah Kemenlu.

Indetifikasi korban tewas di sejumlah hotel amat sulit karena sebagian besar jenazah dalam kondisi tidak utuh.

Sementara itu, pemerintah Sri Lanka sudah menerapkan status darurat usai serangan mematikan tersebut.

Baca juga: Pendeta Gereja Sri Lanka: Kami Terluka, Kami Marah, tapi Kami Memaafkanmu

Banyak wisatawan langsung meninggalkan Sri Lanka usai serangan tersebut dan jumlah turis yang datang pun menurun drastis.

Akibatnya, kementerian keuangan Sri Lanka memperkirakan negeri itu akan kehilangan 30 persen pendapatannya dari sektor pariwisata tahun ini.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.