Duterte: Kanada, Ambil Sampahmu atau Saya Buang di Pantai Indahmu

Kompas.com - 30/04/2019, 17:30 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP/JUNG YEON-JEPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan peringatan agar Kanada segera mengambil sampah yang dia klaim dibuang ke negaranya.

Pekan lalu, Duterte mengeluhkan terdapat ratusan ton sampah yang ditempatkan di pelabuhan Filipina antara 2013 dan 2014, dan membuat Manila menerbitkan nota protes.

Dilansir Newsweek Senin (29/4/2019), Manila menyatakan 103 kontainer sengaja disamarkan sebagai bahan daur ulang. Saat digeledah, polisi menemukan plastik, popok, hingga sampah rumah tangga.

Baca juga: Duterte: Kanada, Ambil Sampahmu atau Saya Kembalikan Sendiri

Pada 2016, pengadilan Filipina memerintahkan perusahaan Chronic Inc untuk memulangkan sampah itu ke Kanada. Namun, perintah itu belum ditindaklanjuti.

Dalam konferensi pers, presiden berjuluk The Punisher itu kembali membahas isu sampah itu dengan memberi "peringatan" kepada Kanada. Duterte bahkan siap mendeklarasikan perang.

Kekesalannya terhadap negara di kawasan Amerika Utara itu begitu kentara ketika di hadapan warga Davao City, dia menyebut Filipina diperlakukan seperti "tempat sampah".

"Saya akan berkata supaya mereka (Kanada) mengambil sampahnya pekan depan. Jika kalian tidak menerimanya, saya bakal membuangnya di pantai indah kalian," ancam Duterte.

Juru bicara Kementerian Lingkungan Kanada Caroline Theriault menjabarkan bahwa negaranya intensi berkomunikasi dengan Filipina untuk menangani isu tersebut.

Kedutaan Besar Kanada di Manila tidak merespon peringatan Digong, sapaan akrab Duterte. Mereka menyatakan Manila dan Ottawa merayakan 70 persen relasi diplomasi.

Istana Malacanang menanggapi bahwa permintaan Duterte "tidak jelas". Dan mengatakan tanggapan yang diberikan Kanada "tidak jelas", seperti dilansir Asia One.

"Kami bukanlah tempat sampah, dan rakyat Filipina bukanlah pemulung. Dan kalian (Kanada) memperlakukan kami seprti itu. Saya tidak bisa menerimanya," tegas Duterte.

Hubungan dua negara mengalami ketegangan setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyinggung perang narkoba yang dilancarkan Duterte pada 2017.

Sebagai balasannya, mantan Wali Kota Davao itu dilaporkan membatalkan kontrak pembelian helikopter senilai 233 juta dollar AS, atau Rp 3,3 triliun, dari Kanada.

Baca juga: Pengamat: Karakter Prabowo Serupa Trump, Bolsonaro, dan Duterte...



Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X