Christchurch Digegerkan Temuan Bom dan Amunisi di Lahan Kosong

Kompas.com - 30/04/2019, 15:28 WIB
Polisi menutup kawasan tempat terjadinya penembakan masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). AFP/FLYNN FOLEYPolisi menutup kawasan tempat terjadinya penembakan masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Kepolisian Selandia Baru menemukan bahan peledak yang dicurigai sebagai bom dan amunisi pada sebuah lahan kosong di Christchurch, Selasa (30/4/2019).

Dilaporkan kantor berita AFP, polisi menutup jalan-jalan di wilayah Phillipstown di kawasan pusat bisnis.

Setelah pukul 18.00 waktu setempat, satu regu militer mengamankan paket mencurigakan. Sementara, seorang pria berusia 33 tahun telah ditangkap.

Baca juga: Berada di Masjid, Pangeran Berkumpul dengan Penyintas Teror Christchurch

"Polisi menemukan paket yang diduga berisi alat peledak dan amunisi di lahan kosong di Newcastle Street di Christchurch," ujar pejabat kepolisian John Price.

"Polisi telah menemukan paket berisi alat peledak yang diduga dan amunisi di alamat kosong di Newcastle Street di Christchurch," kata pengawas John Price dalam sebuah pernyataan.

Diwartakan Stuff New Zealand, awalnya polisi mendapat panggilan tentang keberadaan benda mencurigakan di sebuah properti kosong pada pukul 15.15 waktu setempat.

Sebagai langkah pencegahan, polisi turut mengamankan perumahan di sekitar area tersebut.

Beberapa petugas dan seekor anjing pelacak masuk ke lahan tersebut sekitar pukul 17.00, sementara pesawat tanpa awak tampak terbang di atasnya.

"Saya melihat polisi di seluruh tempat. Sekitar pukul 15.00," kata seorang penduduk di Newcastle Street.

Seorang warga di Glasgow Street mengatakan, polisi memintanya untuk mengevakuasi diri pada sore hari. Kemudian, dia kembali ke rumah pada pukul 18.00.

Price menyatakan, penduduk diminta untuk terus melaporkan tentang hal-hal yang mencurigakan untuk memastikan keamanan lingkungan masyarakat.

Baca juga: Tiba di Selandia Baru, Pangeran William Bakal Temui Korban Teror Christchurch

Hingga kini, wilayah Christchurch tetap waspada setelah serangan teror pada Maret lalu pada dua masjid yang menewaskan 50 orang dan melukai 39 orang lainnya.

Pada pekan lalu, kota South Island menggelar operasi keamanan besar-besaran ketika Pangeran William mengunjungi para penyintas penembakan di masjid.

Pelaku penembakan Brenton Tarrant kini berada di penjara dengan keamanan maksimum di Auckland. Dia juga telah diperintahkan untuk menjalani tes kejiwaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X