Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2019, 14:11 WIB

BATTICALOA, KOMPAS.com - Delapan ledakan bom mengguncang Sri Lanka pada Minggu Paskah, menewaskan 253 orang dan melukai ratusan lainnya.

Serangan bom terjadi di sejumlah gereja dan hotel mewah. Salah satu gereja yang menjadi sasaran serangan adalah Gereja Sion di Batticaloa, menewaskan 28 orang dan melukai sekitar 70 orang lainnya.

Pendeta senior Gereja Sion Batticaloa, Roshan Mahesen, menyampaikan pesan kepada para pelaku pemboman, tidak hanya yang menyerang gereja tempatnya, melainkan juga di lima lokasi ledakan lainnya.

"Kami terluka. Kami juga marah, tetapi sebagai pendeta senior di Gereja Sion Batticaloa, seluruh jemaat, dan setiap keluarga yang terdampak, kami sampaikan kepada pelaku pemboman bunuh diri dan juga kelompok yang mengirim mereka, bahwa kami mencintaimu dan kami memaafkanmu," kata Mahesen.

Baca juga: Pengikut Dalang Pemboman Sri Lanka Ditahan di India, Mengaku Siapkan Serangan di Kerala

Pendeta Mahesen sedang berada di Norwegia saat insiden ledakan terjadi dan dia mengaku sangat sedih atas serangan yang menewaskan banyak jemaat tersebut.

Gereja Sion di Batticaloa menjadi satu dari tiga gereja yang diserang oleh pelaku bunuh diri pada Minggu Paskah (21/4/2019). Dua gereja lain yang juga menjadi sasaran serangan yakni Gereja St Anthony di Colombo dan Gereja St Sebastian di Negombo.

Selain ketiga gereja yang sedang menggelar perayaan Paskah, serangan bom juga terjadi di tiga hotel mewah di Colombo, yakni Hotel Kingsbury, Hotel Shangri-La, dan Hotel Grand Cinnamon.

Sebelumnya diberitakan, Uskup Agung Colombo Kardinal Malcolm Ranjith meminta agar gereja-gereja Katolik di Sri Lanka untuk tidak dulu menggelar misa.

Diwartakan The Guardian, imbauan itu disampaikan Ranjith hingga aparat keamanan bisa memberikan jaminan keselamatan kepada umat Katolik untuk beribadah ke gereja.

Baca juga: Polisi Sri Lanka Serbu Markas Besar Terduga Teroris Ledakan Bom

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Fox News
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.