Iran Diam-diam Eksekusi Mati Dua Remaja Terkait Kasus Pemerkosaan

Kompas.com - 30/04/2019, 12:28 WIB
Ilustrasi anak.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi anak.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran disebut secara diam-diam mengeksekusi dua remaja laki-laki di bawah 18 tahun terkait kasus pemerkosaan.

Demikian pernyataan dari Amnesty International, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera, Selasa (30/4/2019).

Amnesty International mengutuk keputusan Iran dengan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat meremehkan hukum internasional dan hak anak.

Baca juga: AS Sebut Video Kapal Induk yang Diambil Drone Iran Sudah Berusia Lama

Mehdi Sohrabifar dan Amin Sedaghat ditahan pada usia 15 tahun dihukum setelah melalui persidangan yang diklaim Amnesty tidaklah adil.

Mereka dieksekusi pada Kamis lalu di Shiraz. Kedua remaja tersebut memiliki tanda-tanda bekas cambukan pada tubuh mereka sebelum dieksekusi.

"Otoritas Iran sekali lagi membuktikan mereka dengan memuakkan berupaya membunuh anak-anak dengan mengabaikan hukum internasional," ujar Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther.

Dia menyatakan, dua bocah tersebut selama dua tahun hidup dengan kepastian tentang hukuman mati.

"Mereka dicambuk pada saat-saat terakhir kehidupan mereka, dan kemudian melakukan eksekusi secara rahasia," katanya.

Sejak 2017, keduanya berada di pusat lembaga pemasyarakatan bagi anak-anak. Sehari sebelum dieksekusi, mereka dipindahkan ke penjara Adelabad di Shiraz.

Amnesty menyebutkan, keluarga mereka diberi kesempatan untuk berkunjung pada Rabu, namun tidak diinformasikan tentang eksekusi mati tersebut.

Sebagai informasi, Iran merupakan negara kedua di dunia yang paling banyak melakukan eksekusi mati terhadap tahanan.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Diklaim Sukses Terbangkan Drone Mata-mata Melintasi Kapal Induk AS

Posisi puncak ditempati oleh China, dengan ribuan orang diyakini telah dihukum mati di negara itu.

"Kami telah mengidentifikasi tren di mana otoritas Iran melakukan eksekusi terhadap remaja pelaku kejahatan secara rahasia," ujar Luther.

"Iran tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga," lanjutnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X