Hari Ini, Kaisar Akihito Akan Resmi Turun Takhta

Kompas.com - 30/04/2019, 07:54 WIB
Kaisar Jepang, Akihito (tengah) didampingi Permaisuri Michiko (kanan) dan Putra Mahkota Naruhito, menyapa pendukungnya saat menyampaikan pidato tahun baru di Istana Kekaisaran di Tokyo, Rabu (2/1/2019). AFP / KAZUHIRO NOGIKaisar Jepang, Akihito (tengah) didampingi Permaisuri Michiko (kanan) dan Putra Mahkota Naruhito, menyapa pendukungnya saat menyampaikan pidato tahun baru di Istana Kekaisaran di Tokyo, Rabu (2/1/2019).

TOKYO, KOMPAS.com - Hari ini, Selasa (30/4/2019), untuk kali pertama dalam sejarah 200 tahun, kaisar Jepang akan turun takhta.

Upacara utama turun takhta bakal dilaksanakan tepat pada pukul 17.00 waktu Jepang atau pukul 15.00 WIB petang.

Ritual utama turun takhta tersebut akan dilangsungkan di Matsu no Ma atau Ruangan Pinus, aula seluas 370 meter persegi yang paling mewah di Istana Kekaisaran.

Ruangan berlantai kayu dari pohon zelkova Jepang itu memiliki dinding yang ditutupi dengan kain bermotif daun pinus.


Ritual akan menggunakan dua dari tiga benda pusaka kerajaan, yakni pedang Kusanagi sebagai simbol keberanian dan permata Yasakani no Magatama sebagai simbol kebajikan.

Baca juga: Jelang Turun Takhta, Kaisar Akihito Lapor pada Leluhur di Kuil Shinto

Pusaka ketiga, yakni cermin Yata no Kagami sebagai simbol kebijaksanaan tidak akan ditampilkan dan tetap disimpan di tempat suci di istana.

Tiga pusaka tersebut, yang melambangkan bukti penting dari keabsahan seorang kaisar Jepang, yang dipercaya sebagai keturunan dari dewa.

Ritual turun takhta itu akan dihadiri oleh lebih dari 300 orang, termasuk para bangsawan, pemimpin pemerintahan dan parlemen, hakim tinggi, kepala pemerintah daerah, beserta pasangan mereka.

Perdana Menteri Shinzo Abe juga akan hadir sebagai perwakilan dari rakyat Jepang, yang akan menyampaikan pesan sebelum Akihito menyampaikan pidato terakhirnya sebagai seorang kaisar.

Upacara ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi kaisar untuk bertemu dengan perwakilan rakyat Jepang sebelum dia resmi turun takhta.

Meski telah menjalani ritual turun takhta, namun secara teknis Akihito akan tetap menjadi kaisar hingga tepat tengah malam.

Selepas tengah malam, Jepang akan mengakhiri era Heisei sebagai era kekaisaran Akihito, dan resmi memasuki era Reiwa dengan kaisar yang baru.

Ritual akan dilanjutkan keesokan harinya dengan upacara kenaikan takhta Putra Mahkota Naruhito ke Singgasana Krisan.

Upacara penobatan akan kembali dilangsungkan di Ruangan Pinus pada pukul 10.30 pagi waktu Jepang, atau sekitar pukul 08.30 WIB.

Selama upacara penobatan yang berlangsung singkat, kaisar baru akan mewarisi tiga pusaka kerajaan, yakni pedang, permata, dan cermin.

Namun sekali lagi, cermin pusaka tidak akan ditampilkan dan hanya diwakili seorang utusan yang akan mengucapkan doa kepada kaisar baru sebagai simbol mewarisi cermin.

Kaisar baru juga akan menerima segel kerajaan.

Baca juga: Trump Akan Jadi Tamu Negara Pertama yang Bertemu Kaisar Baru Jepang

Setelah acara penobatan, Naruhito dijadwalkan untuk menyampaikan pidato pertamanya sebagai kaisar, di hadapan para tamu, termasuk Perdana Menteri Abe sebagai perwakilan rakyat.

Selama proses penobatan dan setelahnya, kaisar baru belum akan tampil di hadapan publik dan baru akan melakukannya pada 4 Mei mendatang dengan menyapa rakyat dari balkon istana yang dilindungi kaca.

Setelahnya kaisar baru akan kembali tampil pada 22 Oktober mendatang dalam deklarasi penobatan kaisar. Acara tersebut akan dihadiri 2.500 tamu undangan, termasuk perwakilan luar negeri dan akan dilakukan parade keliling kota Tokyo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X