Orangtua dan Keluarga Anggota ISIS Demo di Kemenlu Jerman, Ada Apa?

Kompas.com - 29/04/2019, 22:39 WIB
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman) Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman)

BERLIN, KOMPAS.com - Orangtua serta kerabat anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Luar Negeri Jerman.

Diberitakan AFP Senin (29/4/2019), keluarga dan kerabat anggota ISIS mendesak pemerintah Jerman untuk memulangkan istri maupun anak-anak mereka dari Suriah.

Beberapa di antara peserta unjuk rasa membawa spanduk bertuliskan " Anak-anak Tidak Bertanggung Jawab". Ada juga spanduk bertuliskan "Aak Jerman Bakal Mati dan Negara Hanya Melihat".

Baca juga: Anak dari Perempuan Yazidi yang Diperkosa Anggota ISIS Tak Diterima di Irak

Intessar Aataba yang merupakan nenek bocah berusia satu dan tiga tahun mengatakan dia sangat ingin cucu-cucunya bisa segera kembali ke Hamburg.

"Saya ingin cucu saya bisa hidup normal. Bisa mendapatkan cinta, makan dan minum, pelukan dari setiap keluarganya," terang perempuan berusia 51 tahun itu.

Demonstran lain yang mengaku bernama Shawani mengatakan dia mempunyai tiga cucu yang berusia dua, tiga, dan empat tahun. Dia ingin mereka semua diselamatkan dari Suriah.

"Mengapa menyalahkan anak-anak? Apa kesalahan yang sudah mereka perbuat? Saya tidak mengerti," keluh nenek berumur 55 tahun tersebut di depan kantor Kemenlu Jerman.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Jerman, terdapat 59 anak-anak dari anggota ISIS yang masih terperangkap di Suriah pada akhir Maret lalu.

Dengan direbutnya benteng terakhir ISIS di desa Baghouz Maret lalu, nasib anggota asing beserta keluarga mereka menjadi problem bagi setiap pemerintah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyerukan kepada sekutunya negara Eropa untuk menerima kembali warga mereka yang jadi anggota ISIS.

Alternatif yang tersedia adalah tetap memenjarakan mereka di kamp detensi Irak maupun Suriah. Namun, dibutuhkan pendanaan besar untuk mempertahankan tempat itu.

Kemenlu Jerman merespon dengan menjelaskan mereka menyadari isu tentang warga mereka yang ditahan di Suriah. Namun, mereka tidak punya akses konsuler langsung setelah kedutaan di Damaskus ditutup.

Meski begitu, Berlin dilaporkan sudah mulai memulangkan sejumlah anak anggota ISIS di Irak sejak awal April. Jerman juga mencari cara memulangkan warga mereka dari sana.

Baca juga: ISIS Klaim Anggotanya Meledakkan Diri Saat Diserbu Pasukan Sri Lanka

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X