Kompas.com - 29/04/2019, 17:35 WIB

Harga gila-gilaan

Menurut Pearce, pihak Bali Peace Park Association sebelumnya ingin membeli lahan tersebut sesuai dengan harga pasar tanah di kawasan itu.

Namun dia menuduh pemilik lahan ini menawarkan harga
gila-gilaan" sehingga kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

Tadinya, katanya, pemilik meminta harga 26 juta dolar atau sekitar Rp 260 miliar untuk lahan tersebut, lalu diturunkan menjadi 5 juta dolar hanya untuk lantai 5 saja.

"Tidak masuk akal, sebab nilai seluruh lokasi itu bahkan tidak mencapai setengahnya," ujar Pearce.

Dia menyebutkan valuasi dari pihak independen yang dimintakan oleh Bali Peace Park Association menyebutkan nilai tanah tersebut kurang dari setengah dari yang ditawarkan pemiliknya.

Sejauh ini diketahui bahwa Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana 450 ribu dolar untuk membeli lahan.

Dana ini sama dengan tawaran bantuan donatur lainnya termasuk dari pemerintah negara bagian di Australia.

Pearce juga telah membuat petisi online mendesak Perdana Menteri Scott Morrison melobi Presiden Jokowi untuk turun tangan.

Baca juga: Australia Bunuh Jutaan Kucing Liar Pakai Sosis Beracun

PM Morrison pada pekan lalu menyatakan kekesalannya atas terbitnya IMB di lokasi tersebut. Dia menyatakan Konsulat Australia telah berusaha menangani permasalahan ini.

"Bagi 88 warga Australia dan keluarga mereka yang bagi mereka ini merupakan tempat keramat, saya terganggu, sangat-sangat terganggu dengan keputusan yang akan menjadikan lokasi itu sebagai kompleks hiburan," kicaunya di Twitter.

"Adanya di negara lain. Mereka punya aturan sendiri. Mereka berdaulat. Mereka boleh membuat keputusan mereka sendiri. Namun kami akan tetap mengurus hal ini," katanya.

Pengacara yang mewakili Bali Peace Park Association kini menyatakan ingin bertemu dengan pemilik lahan Sukamto Tjia serta Gubernur Bali I Wayan Koster dalam waktu dekat untuk membicarakan permasalahan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber ABC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.