Presiden Terpilih Ukraina Akan Jadi Pembawa Acara Sulap di Televisi Rusia

Kompas.com - 29/04/2019, 17:31 WIB
Komedian sekaligus bintang Ukraina Volodymyr Zelensky bereaksi setelah hasil exit poll memenangkan dirinya sebagai presiden Minggu (21/4/2019). AFP/GENYA SAVILOVKomedian sekaligus bintang Ukraina Volodymyr Zelensky bereaksi setelah hasil exit poll memenangkan dirinya sebagai presiden Minggu (21/4/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelensky dipastikan bakal tampil dalam sebuah acara televisi di Rusia mulai awal Mei mendatang.

Teapi Zelensky tampil bukan sebagai presiden, melainkan untuk menjadi host sebuah acara tentang sulap berjudul "Magiya" yang berarti " Sulap". Program acara itu akan tayang di saluran NTV Rusia mulai 3 Mei.

"Dia selalu tahu satu atau dua hal tentang trik sulap," kata sebuah iklan program acara "baru" yang diunggah di media sosial.

Dalam program acara tersebut, Zelensky, yang belum lama ini terpilih sebagai presiden Ukraina, akan tampil sebagai pembawa acara.

Baca juga: Balas Putin, Presiden Terpilih Ukraina Janjikan Kewarganegaraan kepada Warga Rusia

Namun ternyata program acara itu tidak sepenuhnya "baru", melainkan sebuah acara yang telah direkam pada 2011 untuk stasiun televisi lain, namun tidak jadi disiarkan karena dirasa tidak cukup menarik.

Kini, setelah nama Zelensky menjadi perbincangan di seluruh negeri usai mengalahkan Presiden Petro Poroshenko dalam perolehan suara pemilu putaran kedua, pihak stasiun televisi memutuskan untuk membuka kembali lemari penyimpanannya dan memilih menampilkan acara tersebut.

Bahkan, episode pertama program acara itu sudah dijadwalkan untuk tayang pada Jumat (3/5/2019) pekan ini.

Program acara "Magiya" tersebut merupakan acara kompetisi yang diikuti para ahli ilusi dan tukang sulap, yang akan menampilkan kebolehan mereka memainkan trik sulap dan akan dinilai oleh panel beranggotakan para selebriti.

Rencana penayangan program acara tersebut bertepatan dengan terpilihnya Zelensky, seorang aktor komedi yang beralih menjadi pemimpin negeri, mungkin tidak lebih dari memanfaatkan momen untuk meraup keuntungan materi.

Namun para pengguna internet di Rusia tampaknya tidak terlalu antusias dengan rencana penayangan program acara yang menampilkan rival Vladimir Putin itu. Sebagian dari mereka bahkan mengolok-olok pihak stasiun televisi yang terkesan terlalu memanfaatkan momen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X