Kepala Polisi Sri Lanka Ogah Mengundurkan Diri

Kompas.com - 29/04/2019, 15:16 WIB
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 52 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.AFP/ISHARA S KODIKARA Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 52 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.

KOLOMBO, KOMPAS.com - Kepala Polisi Sri Lanka menolak untuk mengundurkan diri setelah serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah lalu, meski Presiden Maithripaka Sirisena sudah menunjuk penggantinya.

Diwartakan AFP, Senin (29/4/2019), Sirisena mengatakan Kepala Polisi Sri Lanka Pujith Jayasundara telah mengundurkan diri tapi dia tidak pernah mengirimkan surat tersebut dan sekarang tetap berada di rumah dinasnya.

Sementara, sang presiden telah menunjuk Wakil Inspektur Jenderal Chandana Wickramaratne sebagai kepala polisi.

Baca juga: Ayah dan Saudara Dalang Teror Bom Sri Lanka Meledakkan Diri Saat Diserbu Tentara

Sebelumnya, Sirisena menuding Jayasundara gagal menindaklanjuti laporan intelijen yang memperingatkan bakal terjadinya bom bunuh diri akan menargetkan gereja.

Seperti diketahui, serangan pada Minggu Paskah telah menewaskan 253 orang dan menyebabkan perselisihan politik besar terjadi.

"Jayasundara telah menentang presiden dan tetap bertahan," kata seorang sumber dari pemerintahan

"Ini berarti Jayasundara ditangguhkan secara efektif sambil menunggu pemecatan resminya melalui mosi pemakzulan di parlemen," lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, Jayasundara tidak dapat dihubungi AFP untuk dimintai komentar.

Sementara itu, pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Sri Lanka Hemasiri Fernando telah mengundurkan diri pada pekan lalu.

Dia mundur setelah diminta oleh presiden untuk mundur karena kegagalan dalam menangani keamanan.

Pemerintah Sri Lanka telah menyatakan keadaan darurat dan mengerahkan ribuan tentara untuk operasi perburuan terhadap para ekstremis sejak serangan tersebut.

Baca juga: Pascaserangan Bom, Sri Lanka Larang Warga Kenakan Penutup Wajah

Lebih dari 150 orang telah ditangkap sejak 21 April lalu. Sementara, pasukan keamanan melakukan penyerbuan terhadap lokasi persembunyian teroris pada Jumat lalu.

Setidaknya 15 orang, termasuk enam anak-anak dan tiga perempuan, menjadi korban dalam operasi penyerbuan yang diwarnai aksi bom bunuh diri.

Baku tembak berlangsung selama lebih dari satu jam. Jenazah para korban baru ditemukan setelah dilakukan penyisiran pada keesokan harinya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X