Kompas.com - 29/04/2019, 05:30 WIB

"Ada sejumlah warga asing yang bekerja sebagai guru agama di negara kita tanpa visa kerja. Setelah berkonsultasi dengan kementerian urusan agama Islam dan kementerian dalam negeri, kami akan mengusir mereka dari negara ini," tambahnya.

Baca juga: ISIS Klaim Anggotanya Meledakkan Diri Saat Diserbu Pasukan Sri Lanka

Namun perdana menteri tidak memberikan jumlah maupun kewarganegaraan para guru agama tak berizin itu.

Perdana menteri juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas Muslim minoritas yang telah memberi informasi kepada pihak berwenang terkait kelompok-kelompok radikal.

Pemerintah Sri Lanka, pada Sabtu (27/4/2019) telah resmi melarang kelompok National Thawheeth Jamaath (NTJ), menggunakan undang-undang darurat, setelah menyebutnya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam serangan bom Minggu Paskah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.