Kompas.com - 28/04/2019, 20:33 WIB

Gereja St Sebastian memang menggelar misa. Namun terbatas hanya untuk kalangan imam serta biarawati dengan penjagaan ketat dari polisi serta pasukan Sri Lanka.

Tak jauh dari tempat pasukan berjaga, Lakshan Anthony bersandar di skuternya. Dia memandang gereja itu seraya mengenang momen ketika anaknya yang berusia tujuh tahun terbunuh dalam ledakan bom.

"Putra saya yang berusia dua tahun bersama ibunya. Siapa lagi yang bisa saya penuhi kebutuhannya sekarang," terang Anthony yang kehilangan satu matanya.

Baca juga: Inilah Ramesh Raju, Pahlawan yang Tewas Hentikan Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka

Kehilangan sebelah mata dan mengalami luka di tulang belakang, Anthony berkata pemerintah bakal menjajikannya biaya pengobatan. Namun, dia tidak akan mengemis kepada pemerintah.

Tepat di sebelah Anthony, Sebastian Fernando berlutut di sandalnya. Tangannya mengatupkan lilin merah kecil. Dia berdoa bagi para korban ledakan bom.

Dia telah bertugas memberikan doa pengantar ketika keponakannya yang berusia tujuh tahun merengek karena lapar. Jadi, mereka pergi untuk membeli makanan.

Saat kembali, keponakan Fernando berdiri di depan ingin melihat prosesi ketika misa selesai. Maka Fernando pun mengikutinya dan memandang gereja ketika ledakan terjadi.

Dia segera memulangkan keponakannya ke rumah dan bergegas kembali untuk menolong para korban ledakan bom ke rumah sakit. "Saat ambulans datang, pakaian saya sudah penuh darah," ujar dia.

Di distrik timur Ampara di Kalmunai, tentara berjaga di depan Gereja Santa Maria Magdalena dengan pemberitahuan bahwa gereja dan sekolah ditutup hingga 6 Mei.

Selain gereja, tempat ibadah lain seperti masjid juga mendapat penjagaan ketat di kota tempat terduga teroris pelaku serangan itu diserbu polisi dengan baku tembak terjadi.

Kebanyakan korban tewas di Negombo telah dimakamkan. Kini, fokus mereka adalah memulihkan diri dan memperbaiki gereja yang terkena ledakan bom.

Gereja St Anthony yang berlokasi di Colombo saat ini tengah digosok dengan air dan sabun untuk membersihkan darah dari lantai, dinding, serta atap.

Baca juga: ISIS Klaim Anggotanya Meledakkan Diri Saat Diserbu Pasukan Sri Lanka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.