Tepat Sepekan Ledakan Bom Sri Lanka, Uskup Agung Minta Gereja Katolik Tak Gelar Ibadah

Kompas.com - 28/04/2019, 20:33 WIB
Seorang pria menangis sambil berjalan di belakang peti jenazah seorang korban bom Minggu Paskah usai misa di gereja St Sebastian, Negombo, Sri Lanka, Selasa (23/4/2019). AFP/JEWEL SAMADSeorang pria menangis sambil berjalan di belakang peti jenazah seorang korban bom Minggu Paskah usai misa di gereja St Sebastian, Negombo, Sri Lanka, Selasa (23/4/2019).

Gereja St Sebastian memang menggelar misa. Namun terbatas hanya untuk kalangan imam serta biarawati dengan penjagaan ketat dari polisi serta pasukan Sri Lanka.

Tak jauh dari tempat pasukan berjaga, Lakshan Anthony bersandar di skuternya. Dia memandang gereja itu seraya mengenang momen ketika anaknya yang berusia tujuh tahun terbunuh dalam ledakan bom.

"Putra saya yang berusia dua tahun bersama ibunya. Siapa lagi yang bisa saya penuhi kebutuhannya sekarang," terang Anthony yang kehilangan satu matanya.

Baca juga: Inilah Ramesh Raju, Pahlawan yang Tewas Hentikan Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka

Kehilangan sebelah mata dan mengalami luka di tulang belakang, Anthony berkata pemerintah bakal menjajikannya biaya pengobatan. Namun, dia tidak akan mengemis kepada pemerintah.

Tepat di sebelah Anthony, Sebastian Fernando berlutut di sandalnya. Tangannya mengatupkan lilin merah kecil. Dia berdoa bagi para korban ledakan bom.

Dia telah bertugas memberikan doa pengantar ketika keponakannya yang berusia tujuh tahun merengek karena lapar. Jadi, mereka pergi untuk membeli makanan.

Saat kembali, keponakan Fernando berdiri di depan ingin melihat prosesi ketika misa selesai. Maka Fernando pun mengikutinya dan memandang gereja ketika ledakan terjadi.

Dia segera memulangkan keponakannya ke rumah dan bergegas kembali untuk menolong para korban ledakan bom ke rumah sakit. "Saat ambulans datang, pakaian saya sudah penuh darah," ujar dia.

Di distrik timur Ampara di Kalmunai, tentara berjaga di depan Gereja Santa Maria Magdalena dengan pemberitahuan bahwa gereja dan sekolah ditutup hingga 6 Mei.

Selain gereja, tempat ibadah lain seperti masjid juga mendapat penjagaan ketat di kota tempat terduga teroris pelaku serangan itu diserbu polisi dengan baku tembak terjadi.

Kebanyakan korban tewas di Negombo telah dimakamkan. Kini, fokus mereka adalah memulihkan diri dan memperbaiki gereja yang terkena ledakan bom.

Gereja St Anthony yang berlokasi di Colombo saat ini tengah digosok dengan air dan sabun untuk membersihkan darah dari lantai, dinding, serta atap.

Baca juga: ISIS Klaim Anggotanya Meledakkan Diri Saat Diserbu Pasukan Sri Lanka

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X