Kedubes China di Paris Minta Warganya Hati-hati dengan Penjahat Cantik

Kompas.com - 28/04/2019, 18:33 WIB
Tiga turis China tengah melakukan selfie dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris, Perancis. AFP via SCMPTiga turis China tengah melakukan selfie dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris, Perancis.

PARIS, KOMPAS.com - Kantor Kedutaan Besar China di Paris dilaporkan mengirim pemberitahuan kepada setiap warganya yang hendak berlibur ke ibu kota Perancis itu.

Berdasarkan serangkaian pemberitahuan yang diunggah ke situs resmi mereka, Kedubes China meminta warganya untuk berhati-hati terhadap adanya penjahat cantik.

Diwartakan SCMP Sabtu (27/4/2019), peringatan itu muncul setelah seorsng turis bermarga Shen menjadi korban terbaru dari penjahat berambut pirang.

Baca juga: Banding, Hukuman Penjahat Perang Bosnia-Serbia Ini Naik Jadi Penjara Seumur Hidup


Menurut pemberitahuan dari Kedubes China, Shen tengah berlibur ke Paris pada 1 April dan mengagumi kawasan Avenue des Champs-Elysees ketika seorang perempuan mendekati dia.

Perempuan itu bermaksud menanyakan arah kepada Shen. Dia sempat curiga mengapa wanita itu memilih dia yang merupakan turis asing. Meski begitu, Shen tetap menjawabnya.

Ketika perempuan itu meninggalkannya, barulah Shen menyadari bahwa ponsel serta dompet miliknya hilang. Sebabnya saat menjawab, dia juga tengah melakukan sesuatu.

Pencopet dan pencuri merupakan ancaman bagi setiap turis yang berkunjung ke Paris. Namun, China sering menjadi target utama karena mereka dipercaya membawa banyak uang.

Selain di Champs-Elysees, Kedubes China juga mengimbau warganya untuk waspada ketika mendatangi ikon wisata lain seperti Istana Versailler, Sacre-Coeur, hingga kereta bawah tanah.

"Berhati-hatilah terhadap orang asing di tempat publik maupun transportasi umum. Serta, selalu awasilah barang bawaan Anda," demikian imbauan dari Kedubes.

Pemberitahuan tentang Shen tidak memuat apakah dia langsung melaporkan kepada polisi, ataukah penjahat cantik yang mendekatinya berhasil tertangkap.

Berdasarkan Dewan Pariwisata Paris, China merupakan penyumbang wisatawan terbesar dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris dengan 1,1 juta perjalanan pada 2017.

Meski kebanyakan tidak mengalami masalah, ada juga turis China yang menjadi korban penculikan atau perampokan selama beberapa tahun terakhir.

Pada November 2017, sekelompok turis diserang di tempat parkir di kawasan Val-de-Marne ketika mereka sedang berbelanja. Si perampok lalu kabur dengan sembilan tas barang berharga.

Sementara setahun sebelumnya, 27 wisatawan China diserang oleh enam warga Perancis ketika mereka naik ke bus yang hendak membawa mereka ke bandara.

Baca juga: Bus Wisata Berisi Turis Jerman Terguling di Portugal, 29 Orang Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X