Oposisi Sudan: Penggulingan Omar al-Bashir Bukan Kudeta Militer

Kompas.com - 27/04/2019, 21:53 WIB
Warga Sudan menggelar unjuk rasa menuntut penyerahan mantan presiden Sudan Omar al-Bashir ke Mahkamah Kriminal Internasional, di Khartoum, Jumat (19/4/2019). AFP / EBRAHIM HAMIDWarga Sudan menggelar unjuk rasa menuntut penyerahan mantan presiden Sudan Omar al-Bashir ke Mahkamah Kriminal Internasional, di Khartoum, Jumat (19/4/2019).

KHARTOUM, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Sudan dari Partai Umma Nasional, Sadiq al-Mahdi, yang juga mantan perdana menteri, mengatakan bahwa penggulingan Omar al-Bashir dari kursi presiden bukan kudeta militer.

Menurutnya, kesepakatan untuk pembentukan pemerintahan sipil menjadi bukti bahwa militer tidak merencanakan kudeta.

"Persetujuan untuk membentuk otoritas sipil mungkin dilakukan dengan dewan militer karena mereka tidak merencanakan kudera," ujar Mahdi, dikutip AFP.

Komentar Mahdi, datang setelah komite bersama, yang mewakili kepemimpinan militer yang berkuasa, bertemu dengan pengunjuk rasa dalam pertemuan membahas tuntutan dari para demonstran untuk dibentuknya pemerintahan sipil.


Baca juga: Setelah 30 Tahun Berkuasa, Presiden Sudan Dikabarkan Mundur

Pada kesempatan itu, Mahdi juga menyerukan agar Sudan bergabung dengan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), yang telah mendakwa Bashir.

Omar al-Bashir digulingkan oleh tentara pada 11 April lalu, setelah protes selama berbulan-bulan yang mengguncang pemerintahan rezim yang telah berusia tiga dekade.

Ribuan pengunjuk rasa mencapai markas militer yang luas di Khartoum pada 6 April dan mendesak agar tentara mendukung rakyat dalam melawan Bashir.

Lima hari kemudian, Bashir mengundurkan diri dan ditahan, sementara tentara mengambil alih kekuasaan melalui 10 anggota dewan militer transisi.

Masa aksi yang awalnya menuntut mundurnya Bashir, kini mendesak agar dewan militer juga turun untuk memberi jalan bagi pemerintah sipil.

Mahdi, yang berjanji partainya tidak akan bergabung dengan pemerintah sipil transisi, mengatakan dewan militer kemungkinan akan setuju untuk menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada sipil.

Sedangkan untuk gabung dengan ICC, dikatakan Mahdi perlu dilakukan lantaran Bashir telah dicari atas tuduhan genosida dan kejahatan perang, serta kejahatan kemanusiaan atas perannya dalam konflik di Darfur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X