Tragedi Ledakan Bom Sri Lanka, Polisi Buru 140 Orang Terduga Anggota ISIS

Kompas.com - 26/04/2019, 16:27 WIB
Satuan Tugas Pasukan Sri Lanka ketika menyerbu rumah salah satu pelaku ledakan bom Sri Lanka yang terjadi Minggu (21/4/2019). AFP/ISHARA S KODIKARASatuan Tugas Pasukan Sri Lanka ketika menyerbu rumah salah satu pelaku ledakan bom Sri Lanka yang terjadi Minggu (21/4/2019).

COLOMBO, KOMPAS.com - Polisi Sri Lanka dilaporkan memburu ratusan orang yang diduga sebagai anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) pasca-tragedi ledakan bom.

Presiden Maithripala Sirisena seperti diwartakan The Guardian Jumat (26/4/2019) mengatakan, saat ini kepolisian memburu total 140 orang terduga anggota ISIS.

Sirisena menjelaskan sejumlah pemuda ditengarai terlibat dengan ISIS pada 2013. Baik kepala polisi maupun pejabat pertahanan sama sekali tak memberitahukan informasi itu kepadanya.

Baca juga: Polisi Sri Lanka Salah Pasang Foto Aktivis Muslim AS sebagai Tersangka Pemboman

Dia juga menyalahkan pemerintahan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe telah melemahkan intelijen karena memproses perwira militer yang dituduh sebagai penjahat perang saat konflik sipil dengan separatis Tamil.

Para pemimpin Muslim di Sri Lanka menyerukan agar Shalat Jumat bisa digelar di kediaman masing-masing antara lain karena ancaman dari kelompok ekstremis masih ada.

Selain itu, seruan itu sebagai bentuk solidaritas bagi umat Katolik yang masih belum diperbolehkan menggelar ibadah karena ancaman keamanan yang masih berlangsung.

The All Ceylon Jamiyyathul Ulama, lembaga tertinggi cendekiawan Muslim setempat, meminta kepada para perempuan untuk tidak mengenakan niqab yang menutupi wajah mereka.

"Dalam situasi seperti ini, kami mohon kepada saudari kami untuk bekerja sama dengan pihak keamanan dengan tidak mengenakan niqab," demikian imbauan Jamiyyathul Ulama.

Pengeboman yang terjadi di gereja dan hotel mewah saat Minggu Paskah (21/4/2019) menewaskan 253 orang, revisi dari jumlah sebelumnya yang mencapai 359 orang.

Serangan yang diklaim oleh ISIS tersebut merusak perdamaian yang sudah terjadi di Sri Lanka selama 10 tahun terakhir setelah perang saudara dengan Macan Tamil.

Tragedi itu juga memberikan kesulitan bagi sejumlah pengungsi yang terpaksa melarikan diri dari kediaman mereka setelah muncul kemarahan dari warga sekitar.

Salah seorang pejabat pemerintahan setempat menuturkan mereka ingin para pengungsi itu pergi dengan pesan penolakan dituliskan dalam bahasa Inggris dan Sinhala.

"Kami tidak ingin mereka. Kami tidak ingin pengungsi dari Pakistan," demikian isi pesan itu yang begitu dikeluhkan oleh salah seorang pengungsi, Tariq Ahmad.

"Orang-orang di Pakistan menyerang kami karena bukan Muslim. Kini di Sri Lanka, masyarakat menyerang karena kami adalah Muslim," keluh pria 58 tahun tersebut.

Baca juga: Australia Peringatkan Kemungkinan Teror Bakal Berlanjut di Sri Lanka

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X