Kompas.com - 26/04/2019, 15:54 WIB
Tentara Sri Lanka melakukan pemeriksaan di sebuah ruas jalan di Kolombo pada Kamis (25/4/2019). Keamanan diperketat di negeri itu menyusul serangkaian ledakan di Minggu Paskah lalu. AFP/JEWEL SAMADTentara Sri Lanka melakukan pemeriksaan di sebuah ruas jalan di Kolombo pada Kamis (25/4/2019). Keamanan diperketat di negeri itu menyusul serangkaian ledakan di Minggu Paskah lalu.

COLOMBO, KOMPAS.com - Kepolisian Sri Lanka sempat salah mengidentifikasi seorang aktivis Muslim AS sebagai salah satu tersangka terkait serangkaian serangan bom pada Minggu (21/4/2019).

Polisi Sri Lanka, pada Kamis (25/4/2019), telah merilis selebaran yang memuat nama dan foto enam orang yang sedang dicari, sehubungan dengan serangan bom yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Enam orang tersebut terdiri dari tiga pria dan tiga wanita. Salah satu wanita diidentifikasi dengan nama Abdul Cader Fathima Khadhiya dan menampilkan foto wanita berjilbab sebagai salah satu orang yang dicari untuk diinterogasi.

Namun masalah muncul setelah ternyata foto yang dipasang oleh polisi bukanlah foto Fathima Khadhiya, melainkan foto milik Amara Majeed, seorang aktivis Muslim Amerika yang orangtuanya adalah imigran Sri Lanka.

Baca juga: Terduga Dalang Ledakan Bom Sri Lanka Dikabarkan Tewas

Amara sempat menuliskan surat terbuka kepada Presiden Donald Trump pada 2015 tentang retorika sang presiden terhadap umat Muslim.

Dan setelah kesalahan penggunaan fotonya sebagai tersangka terkait pemboman di Sri Lanka, Amara pun merasa perlu memberi klarifikasi yang dituliskannya di laman Facebook miliknya.

"Halo semuanya! Pagi ini saya telah secara salah diidentifikasi oleh pemerintah Sri Lanka sebagai salah satu pelaku penyerangan saat Paskah di Sri Lanka," tulis Majeed.

"Ini jelas sepenuhnya salah dan terus terang, mengingat komunitas Muslim sudah sangat menderita dengan masalah pengawasan, saya tidak perlu mendapat tambahan tuduhan palsu dan pengawasan yang lebih ketat," lanjutnya, dikutip AFP.

Sementara kepolisian Sri Lanka, telah mengeluarkan pernyataan tentang kesalahan pemasangan foto yang diterbitkan bersama nama "Abdul Cader Fathima Khadhiya".

"Individu yang ditampilkan dalam foto itu tidak sedang dicari untuk interogasi," bunyi pernyataan yang ditandatangani juru bicara kepolisian, Ruwan Gunasekera.

Pernyataan itu menambahkan bahwa seseorang bernama Abdul Cader Fathima Khadhiya masih tetap dicari untuk dimintai keterangan oleh polisi.

Baca juga: Sri Lanka Turunkan Total Korban Tewas Teror Jadi 253 Orang, Mengapa?

Kesalahan penggunaan foto itu terjadi setelah pemerintah Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas akibat serangan bom, yang semula disebutkan lebih dari 350 orang, kini menjadi 253 orang tewas.

Revisi itu terjadi setelah pihak berwenang mengatakan bahwa ada beberapa korban yang telah "dihitung ganda" lantaran kondisi jenazah yang hancur dan memicu kesalahan identifikasi.

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X