Australia Peringatkan Kemungkinan Teror Bakal Berlanjut di Sri Lanka

Kompas.com - 26/04/2019, 13:15 WIB
Suasana dalam Bandara Colombo, Sri Lanka, ketika ditutup pasca-ditemukannya bom pipa Minggu (21/4/2019). Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah gelombang ledakan bom yang menewaskan 207 orang.Sky News via Daily Mirror Suasana dalam Bandara Colombo, Sri Lanka, ketika ditutup pasca-ditemukannya bom pipa Minggu (21/4/2019). Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah gelombang ledakan bom yang menewaskan 207 orang.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia meyakini akan lebih banyak lagi kemungkinan serangan teror di Sri Lanka.

"Negeri Kanguru" memperingatkan penduuk agar tidak mengunjungi negara itu setelah aksi pengemboman pada Minggu Paskah yang menewaskan 253 orang.

"Teroris kemungkinan akan melakukan serangan lebih lanjut di Sri Lanka," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Australia, pada Jumat (26/4/2019), seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: PM Australia Kesal atas Terbitnya IMB Bekas Lokasi Bom di Bali


"Serangan dapat dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk tempat-tempat yang dikunjungi oleh orang asing," lanjutnya.

Warga Australia diminta untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Sri Lanka, menyusul peringatan serupa dari Inggris, Belanda, dan AS.

Sebelumnya, Kemenlu AS memperingatkan kemungkinan kelompok teroris masih merencanakan serangan lanjutan, dengan sasaran termasuk destinasi wisata, tempat ibadah, dan bandara.

Seperti diketahui, seorang perempuan Australia dan putrinya yang berusia 10 tahun dipastikan tewas dalam serangkaian ledakan bom di Sri Lanka.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, intelijen mengindikasikan serangan itu dilakukan oleh kelompok lokal dengan dukungan dari ISIS

"Ada hubungan antara kelompok ini, dan dukungan diberikan termasuk target serangan ini oleh jaringan ISIS," katanya.

Polisi anti-terorisme Australia akan membantu pemerintah Sri Lanka dalam penyelidikan teror. Pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki tersangka Abdul Lathief Jameel Mohamed yang tinggal di Melbourne.

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pernah Belajar di Inggris dan Australia

Polisi Federal Australia menolak kemungkinan pria berusia 36 tahun itu telah terdeteksi sebelumnya atau apakah dia diradikalisasi ketika tinggal di Australia.

"Karena ada penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap serangan-serangan itu, kami belum pantas untuk berkomentar," kata seorang juru bicara.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari 'Milkshake'

Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari "Milkshake"

Internasional

Close Ads X