PepsiCo Gugat Petani di India Gara-gara Kentang

Kompas.com - 26/04/2019, 12:39 WIB
Ilustrasi kentang YelenaYemchukIlustrasi kentang

NEW DELHI, KOMPAS.com - PepsiCo menggugat empat petani di India atas pelanggaran hak cipta terhadap kentang.

Perusahan berbasis di AS ini menuding mereka mengembangkan beragam kentang yang masuk dalam merek dagang keripik kentang perusahaan itu, Lays.

Diwartakan CNN, Kamis (25/4/2019), tuntutan tersebut diajukan pada awal bulan ini oleh anak perusahaan tersebut di India.

Baca juga: Di Hong Kong, McDonalds Luncurkan Kentang Goreng Rasa Mi Instan

Dalam persidangan yang bakal digelar di negara bagian Gujarat, Jumat (26/4/2019), petani yang digugat bukan bagian dari ribuan petani lainnya yang diotorisasi menanam kentang dengan merek dagang itu.

Namun serikat petani dan aktivis tak tinggal diam dan berjuang melawan perusahaan global besar itu.

PepsiCo yang memiliki merek seperti Pepsi, Lays, dan Quaker Oats ini dilaporkan mencari ganti rugi senilai 10 juta rupee atau sekitar Rp 14 miliar dari masing-masing petani.

"PepsiCo adalah pembeli kentang proses terbesar di India," demikian pernyataan juru bicara persuahaan.

"Kami di antara perusahaan pertama yang bekerja dengan ribuan petani lokal untuk menanam varietas kentang spesifik," lanjutnya.

"Dalam hal ini, kami mengambil jalan hukum terhadap orang yang secara ilegal berurusan dengan varietas yang terdaftar pada kami," imbuhnya.

Asosiasi dan aktivis petani di India meminta pemerintah India untuk turun tangan serta mengambil tindakan terhadap PepsiCo.

Mereka mengatakan hak petani untuk menanam dan menjual tanaman bermerek dagang yang dilindungi di bawah undang-undang pertanian India.

Baca juga: Lagi, Trump Traktir Burger dan Kentang Goreng kepada Tim Football AS

"Kami yakin intimidasi dan pelecehan hukum terhadap petani terjadi karena petani tidak sepenuhnya menyadari hak-hak mereka," demikian pernyataan asosiasi petani.

Mereka mengklaim PepsiCo mengirim detektif swasta ke petani dengan menyamar sebagai pembeli kemudian secara diam-diam merekam dan mengambil sampel kentang.

"Tindakan itu menentang kedaulatan pangan dan kedaulatan bangsa," kata Kapil Shah dari Jatan, salah satu kelompok advokasi yang membantu membela petani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X