Netanyahu Berencana Beri Nama Kota di Golan Sesuai Nama Donald Trump

Kompas.com - 25/04/2019, 17:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York di sela Sidang Umum PBB di New York, 26 September 2018.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan berencana untuk memberi nama kota di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Melalui akun media sosial Twitter miliknya, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya dan juga masyarakat Israel sangat tersentuh dengan keputusan bersejarah Presiden AS Donald Trump yang mengakui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan.

Dan sebagai wujud terima kasih, Netanyahu mengatakan bakal menamai sebuah komunitas baru di Dataran Tinggi Golan sesuai dengan nama Trump.

"Saya berada di sini, di Dataran Tinggi Golan yang indah. Seluruh rakyat Israel sangat tersentuh ketika Presiden Trump membuat keputusan bersejarah dengan mengakui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan."

Baca juga: Bersama PM Netanyahu, Trump Umumkan Dataran Tinggi Golan Milik Israel

"Karena itu, setelah masa libur Paskah, saya bermaksud untuk membawa kepada pemerintah sebuah resolusi yang menyerukan sebuah komunitas baru di Dataran Tinggi Golan yang dinamai sesuai dengan Presiden Donald Trump," ujar Netanyahu dalam sebuah video yang diunggahnya, Selasa (23/4/2019).

Trump mengumumkan pengakuan secara formal wilayah Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel pada 25 Maret lalu di Gedung Putih.

Trump dengan didampingi Netanyahu, telah menandatangani dokumen pengakuan terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kedaulatan Israel.

Netanyahu menyaksikan Trump meneken dokumen itu, membandingkannya dengan Presiden Harry S Truman yang mengakui Israel, atau Raja Persia Cyrus yang Hebat, yang membebaskan Israel dari Babilonia.

Trump lantas menyerahkan pena itu kepada Netanyahu sebagai bentuk simbolik "kepada Bangsa Israel".

"Seharusnya ini dilakukan beberapa dekade lalu," imbuh Trump.

Baca juga: Trump Akui Golan Milik Israel Setelah Les Singkat soal Timur Tengah

"Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan sungguh bersejarah," tutur Netanyahu mengomentari wilayah yang dicaplok dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.

Israel mengklaim menduduki Golan pada 1981, atau 14 tahun setelah Perang Enam Hari. Namun manuver mereka tidak mendapatkan dukungan internasional.

Sebelumnya, Trump juga membuat keputusan kontroversial lain ketika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X