Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Kompas.com - 25/04/2019, 06:30 WIB
Jalan-jalan di sekitar gereja  St Sebastian dipenuhi spanduk untung memberi penghormatan kepada orang yang tewas dalam teror Minggu (21/4/2019) di Sri Lanka. (AFP/ LAKRUWAN WANNIARACHCHI) Jalan-jalan di sekitar gereja St Sebastian dipenuhi spanduk untung memberi penghormatan kepada orang yang tewas dalam teror Minggu (21/4/2019) di Sri Lanka. (AFP/ LAKRUWAN WANNIARACHCHI)

NEGOMBO, KOMPAS.com - Jalan-jalan di Katuwapitaya, Negombo, Sri Lanka, biasanya dipenuhi oleh suara anak-anak yang bermain.

Namun, setelah insiden serangan mematikan pada Minggu Paskah (21/4/2019) yang menewaskan sedikitnya 45 anak-anak, jalanan itu sunyi.

"Jalan-jalan ini biasanya penuh anak-anak bermain," kata Suraj Fernando, seperti diwartakan AFP.

Suraj kehilangan cucunya, Enosh, yang berusia 12 tahun dalam teror yang secara total menewaskan 359 orang.


Baca juga: Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

"Sekarang semua orang berada di dalam rumah karena mereka sedih dan takut," ujarnya.

Seperti diketahui, Negombo merupakan salah satu wilayah yang menjadi target serangan oleh pelaku bom bunuh diri di gereja St Sebastian, satu dari tiga gereja yang diledakkan.

Bom di St Sebastian diyakini yang paling mematikan di antara rentetan ledakan lain, yang juga menyerang tiga hotel.

Tak hanya Suraj yang berduka, ada juga Anusha Kumari yang sekarang menjadi seorang janda.

Dia kehilangan suaminya, putranya yang berusia 13 tahun, dan putrinya yang berusia 21 tahun.

"Kami adalah keluarga yang sangat dekat, tapi sekarang hanya ada saya yang tersisa," ujarnya.

Sementara itu, adik iparnya yang tinggal bersebelahan dengannya juga meninggal besarta tiga anaknya.

Laporan UNICEF menyebutkan, sedikitnya ada 45 anak-anak yang tewas dalam ledakan pada Minggu lalu.

Di antara mereka adalah Shine Fernando. Bocah berusia 13 tahun itu telah dimakamkan pada Rabu (24/4/2019) sore.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari 'Milkshake'

Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari "Milkshake"

Internasional

Close Ads X