Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Kompas.com - 25/04/2019, 05:51 WIB
Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).AFP/ISHARA S. KODIKARA Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).

KOLOMBO, KOMPAS.com - Pemerintah Sri Lanka mengaku melakukan kesalahan atas kegagalan mencegah serangan pada Minggu Paskah yang menewaskan lebih dai 350 orang, meski sebelumnya muncul peringatan intelijen.

Diwartakan kantor berita BBC, Rabu (24/4/2019), peringatan intelijen India sejak awal bulan ini menyebutkan kemungkinan terjadinya serangan yang direncanakan.

Namun, peringatan tersebut tidak dibagikan dengan benar oleh pihak berwenang.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Minta Kepala Kepolisian dan Menhan Mundur


Pemimpin parlemen Lakshman Kiriella menuding para pejabat keamanan senior itu justru sengaja menyembunyikan laporan intelijen tentang kemungkinan terjadinya serangan.

"Informasi ada di sana, tapi para pejabat tinggi keamanan tidak mengambil tindakan yang tepat," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena memutuskan untuk memecat Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando dan Inspektur Jenderal Polisi Pujith Jayasundara.

"Restrukturisasi pasukan keamanan dan polisi akan selesai dalam waktu sepekan,"ujarnya.

Pemerintah kini sedang menyelidiki keterkaitan kelompok ISIS atas teror yang menargetkan gereja dan hotel.

"Kami harus bertanggung jawab karena jika berbagi informasi intelijen kepada orang yang tepat, saya pikir setidaknya ini bisa dihindari atau bahkan diminimalkan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene.

Seperti diketahui, laporan CNN menyebutkan intelijen India telah menyampaikan informasi pada pekan-pekan sebelum serangan.

Informasi tersebut berasal dari seorag tersangka ISIS yang ditahan di India.

"Itu adalah kesalahan besar dalam berbagi informasi," lanjut Wijewardene.

Dia menjelaskan, seorang pelaku teror pernah menempuh pendidikan di Inggris dan melanjutkan studi pascasarjana di Australia sebelum kembali ke Sri Lanka.

Baca juga: Terkuak, India Peringatkan Sri Lanka 1 Jam Sebelum Ledakan Bom Terjadi

"Sebagian besar dari mereka berpendidikan baik dan berasal dari keluarga kelas menengah ke atas," katanya.

"Keluarga mereka cukup stabil secara finansial sehingga ini jadi faktor yang mengkhawatirkan," ucapnya seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Sebuah tim FBI AS sekarang berada di Sri Lanka, sementara Inggris, Australia dan Uni Emirat Arab telah menawarkan bantuan intelijen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X