Kim Jong Un dan Kereta Lapis Bajanya Tiba di Rusia

Kompas.com - 24/04/2019, 12:03 WIB
Dalam gambar yang dirilis dinas pers Pemerintah Primorsky Krai, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di kota perbatasan Khasan, Rusia, pada Rabu (24/4/2019). Kim bakal menggelar pertemuan perdana dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP/Press Service of Administration /ALEXANDER SAFRONOVDalam gambar yang dirilis dinas pers Pemerintah Primorsky Krai, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di kota perbatasan Khasan, Rusia, pada Rabu (24/4/2019). Kim bakal menggelar pertemuan perdana dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan telah sampai di perbatasan Rusia jelang pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin.

Pertemuan bilateral perdana dua pemimpin bakal diselenggarakan di kota pelabuhan Vladivostok yang selama ini menjadi markas bagi Armada Pasifik Rusia.

Baca juga: Kim Jong Un ke Rusia Menggunakan Kereta Api Lapis Baja

Diberitakan AFP, kereta lapis baja berwarna hijau zaitun yang membawa Kim beserta para ajudannya sampai di kota perbatasan Khasan pada Rabu (24/4/2019) waktu setempat.

Diberitakan kantor berita pemerintah Korut KCNA, salah satu nama yang ikut dalam rombongan pemimpin 35 tahun itu adalah Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho.

Media Rusia memberitakan, Kim disambut dalam tarian tradisional di mana para perempuan dengan kostum daerah menyambutnya dengan roti serta garam.

Pendahulu Kim, sang kakek Kim Il Sung dan anaknya Kim Jong Il, juga berhenti di Khasan. Di sana, terdapat bangunan kayu yang dikenal sebagai Rumah Kim Il Sung untuk merayakan persahabatan Rusia dan Korut.

Bendera Rusia dan Korut dilaporkan telah terpasang di lampu sepanjang jalan menuju Pulau Vladivostok's Russky di mana pertemuan itu diprediksi digelar di sebuah perguruan tinggi.

Pertemuan itu digelar sejak Putin mengirimkan undangan kepada pemimpin yang berkuasa pada 2011 sejak dia memutuskan membuka diri terhadap dunia internasional tahun lalu.

Sejak 2018, Kim telah bertemu Presiden China Xi Jinping empat kali, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in sebanyak tiga kali, kemudian Presiden Vietnam Nguyen Phu Trong.

Lalu dua kali bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pertama di Singapura pada Juni 2018. Kemudian di Hanoi, Vietnam, selama dua hari Februari lalu.

Agenda pertemuan dengan Putin terjadi semenjak pertemuan Kim dengan Trump di Hanoi mengalami jalan buntut dikarenakan kedua pihak tidak sepakat dengan makna denuklirisasi.

Analis menjelaskan rencana bertemu Putin merupakan upaya Kim untuk menggalang dukungan internasional semenjak negosiasi dengan Washington tersendat.

Sementara para diplomat Barat menjelaskan kemungkinan Kremlin bakal berperan di balik bayang-bayang. Kebijakan luar negeri Rusia didasarkan atas "pencarian relevansi".

Baca juga: Bertemu Kim Jong Un, Putin Ingin Bahas Isu Nuklir di Semenanjung Korea

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X