Kompas.com - 24/04/2019, 11:31 WIB

Pernyataan Wickremesinghe terjadi setelah Sri Lanka menetapkan hari berkabung nasional di mana misa hingga pemakaman massal bakal terjadi di Colombo dan Negombo.

PM 70 tahun itu menuturkan Inggris dan Badan Penyelidik Federal AS (FBI) membantu penyelidikan. Hasilnya, mereka sudah mulai mampu mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim yang melakukan serangan melalui media propaganda mereka, Amaq. Namun sejauh ini, mereka tidak memberikan bukti klaim.

Hampir 60 orang sudah ditangkap karena diduga berhubungan dengan serangan teror tersebut, dengan Wickremesinghe berkata sejumlah terduga pelaku bersenjata dan berbahaya.

Baca juga: Pengebom Hotel di Sri Lanka adalah Anak Seorang Pedagang Kaya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.