Kompas.com - 24/04/2019, 11:31 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyatakan, pihaknya seharusnya bisa mencegah ledakan bom yang terjadi saat Minggu Paskah (21/4/2019).

Ledakan yang terjadi di delapan tempat yang menyasar hotel mewah maupun gereja itu menewaskan 359 orang, termasuk di antaranya delapan warga negara Inggris.

Jauh sebelum serangan terjadi menurut juru bicara pemerintah Rajitha Seneratne, sebenarnya pihak keamanan sudah mendapat peringatan dari dinas intelijen asing.

Baca juga: Total Korban Tewas Serangan Bom di Sri Lanka Jadi 359 Orang

Dalam konferensi pers seperti diwartakan Sky News Selasa (24/4/2019), Wickremesinghe mengakui ada komunikasi yang terputus antara keamanan dengan kabinetnya.

"Kami seharusnya bisa mencegah serangan ini terjadi. Atau setidaknya mengurangi jumlah serangannya," kata PM yang menjabat sejak Januar 2015 itu.

Seneratne mengatakan, alasan mengapa Wickremesinghe tidak bisa mendapat informasi sepenting itu dikarenakan pertikaiannya dengan Presiden Maithripala Sirisena.

Wickremesinghe sempat dipecat pada Oktober 2018. Namun Sirisena melantiknya kembali karena ditekan oleh mahkamah agung. Meski begitu, Wickremesinghe masih "dijauhkan" dari laporan rahasia tentang keamanan negara.

Dia menuturkan jika saja informasi intel sepenting itu sudah diserahkan kepadanya, dia bakal menerapkan kebijakan anti-terorisme cepat untuk membendung serangan.

Wickremesinghe menegaskan penyelidikan telah dilakukan untuk mencari tahu mengapa keamanan tidak segera memberitahukan informasi yang diterima sejak 4 April tersebut.

"Para pejabat pertahanan bakal diganti 24 jam kemudian, dengan restrukturisasi total di kepolisian dan keamanan minggu-minggu ke depan," terang dia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.