Korban Selamat Teror Christchurch Dapat Izin Tinggal Permanen

Kompas.com - 24/04/2019, 10:21 WIB
Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019). MARTY MELVILLEUmat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019).

WELLINGTON, KOMPAS.com - Imigrasi Selandia baru membuat kategori visa khusus bagi para korban selamat serangan teror Christchurch dan keluarganya.

Dokumen khusus bernama Visa Christchurch Response (2019) itu akan membuat mereka mendapat izin tinggal permanen di "Negeri Kiwi".

Melansir dari Stuff New Zealand, Selasa (23/4/2019), visa tersebut tidak berlaku untuk keluarga korban yang tidak tinggal di Selandia Baru ketika penembakan masjid terjadi pada 15 Maret lalu.

Baca juga: Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

"Visa dibuat untuk membiarkan orang yang terdampak langsung serangan teroris di Masjid Al Noor dan Lindwood di Christchurch pada 15 Maret dapat tinggal secara permanen di Selandia Baru," demikian bunyi pernyataan pemerintah.

Terciptanya visa ini merupakan bentuk pengakuan terhadap dampak atas tragedi bagi kehidupan masyarakat.

Mereka yang ingin mendapatkan visa khusus tersebut harus sudah tinggal di Selandia Baru ketika serangan penembakan itu terjadi.

Dengan begitu, visa tidak akan tersedia untuk turis atau pengunjung jangka pendek. Pengajuan visa dapat dilakukan mulai Rabu (24/4/2019).

Meski memberikan harapan, namun masih ada orang yang terancam tidak bisa mendapat visa itu.

Seperti Zuhair Darwish, seorang penduduk Selandia Baru sangat kecewa ketia dia mengetahui keluarga adiknya tidak memenuhi syarat.

Istri adiknya, Farja, ingin memenuhi keinginan suaminya agar keluarganya tinggal di Selandia Baru, namun dia hanya diberikan visa kunjungan tiga bulan.

Baca juga: Ledakan Bom Sri Lanka Disebut Balasan atas Penembakan Masjid Selandia Baru

"Suaminya meninggalkan dan Anda ingin mengusirnya, atau Anda ingin memberinya visa kerja selama satu tahun dan kemudian akan mengusir mereka," kata Darwish.

Faraj telah mengajukan permohonan visa untuk pindah ke Selandia Baru setelah suaminya, Kamel Darwish pindah ke negara itu enam bulan sebelumnya untuk bekerja di sebuah pertanian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X