Kompas.com - 24/04/2019, 06:35 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com — Dua putra seorang pedagang rempah kaya disebut sebagai pelaku ledakan bom bunuh diri dalam serangan teror di Sri Lanka pada Minggu Paskah (21/4/2019).

Dua bersaudara yang namanya belum terungkap itu meledakkan bom ketika tamu sedang mengantre untuk sarapan di hotel Shangri-La dan Cinnamon Grand di Colombo.

Seorang pejabat investigasi kepolisian Sri Lanka menyatakan, keduanya berusia 20-an tahun akhir dan mengoperasikan "sel keluarga" mereka sendiri.

Kini polisi terus menyelidiki teror yang telah menewaskan 321 orang itu meski keberadaan orangtua pelaku belum diketahui.

Baca juga: Klaim Serangan Bom di Sri Lanka, ISIS Rilis Foto Pelaku

Seorang dari pelaku memberikan rincian identitas palsu ketika check-in hotel. Namun, pelaku yang lain memberikan alamat sesungguhnya sehingga membuat polisi segera menjangkau rumah keluarga mereka.

Ketika melakukan penggerebekan, tiga polisi komando gugur. Ternyata dalam insiden itu, istri salah satu pelaku dan dua anaknya juga tewas setelah meledakkan bom.

"Ketika Satuan Tugas Khusus pergi ke sana untuk menyelidiki, istri salah satu pelaku meledakkan bom yang membunuhnya dan dua anaknya," kata sumber polisi, seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/4/2019).

"Itu adalah sel teror tunggal yang dioperasikan oleh satu keluarga," lanjutnya.

"Mereka punya uang dan motivasi. Mereka mengoperasikan sel dan diyakini memengaruhi keluarga besar mereka," katanya.

Personel keamanan Sri Lanka berjaga di luar gereja St Anthony, Kolombo yang menjadi salah satu sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019). AFP/ISHARA S. KODIKARA Personel keamanan Sri Lanka berjaga di luar gereja St Anthony, Kolombo yang menjadi salah satu sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).
Beberapa anggota keluarga dari pelaku kini telah ditahan oleh pihak berwenang.

Halaman:
Baca tentang
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.