Kim Jong Un ke Rusia Menggunakan Kereta Api Lapis Baja

Kompas.com - 23/04/2019, 23:53 WIB
Foto bertanggal 23 Februari 2019 yang dirilis media Korea Utara pada Minggu (24/2/2019), menunjukkan saat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melambaikan tangan di pintu gerbong kereta yang akan membawanya ke Vietnam, untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.AFP / KCNA via KNS Foto bertanggal 23 Februari 2019 yang dirilis media Korea Utara pada Minggu (24/2/2019), menunjukkan saat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melambaikan tangan di pintu gerbong kereta yang akan membawanya ke Vietnam, untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

MOSKWA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bakal melakukan kunjungan ke Rusia, pada Kamis (25/4/2019).

Dikabarkan kantor berita Rusia, Ria Novosti, yang mengutip pernyataan sejumlah sumber, Kim Jong Un akan berangkat menggunakan kereta api kenegaraan milik Korea Utara.

Kereta api lapis baja dengan warga hijau itu dijadwalkan tiba di stasiun di Kota Vladivostok pada Rabu (24/4/2019), pukul 18.00 waktu setempat. Demikian dilansir AFP.

Kereta api yang membawa Kim Jong Un akan melakukan perjalanan menyeberangi Rusia melalui kota berbatasan Khasan, demikian menurut kantor berita Interfax.


Baca juga: Bertemu Kim Jong Un, Putin Ingin Bahas Isu Nuklir di Semenanjung Korea

Dalam kunjungan tersebut, Kim Jong Un dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, kota pesisir yang dikenal sebagai markas Armada Pasifik Rusia.

Pertemuan puncak itu akan menjadi yang pertama antara kedua pemimpin negara, sejak ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, yang bertemu Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, di Rusia, delapan tahun lalu.

Kim Jong Il juga sempat bertemu dengan Vladimir Putin pada 2002.

Dilansir AFP, pertemuan Kim Jong Un dengan Vladimir Putin di Vladivostok tersebut dikabarkan sudah dibahas oleh Kremlin dengan Washington.

Hal tersebut setelah pembantu kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, bertemu dengan penasihat kebijakan luar negeri AS, Fiona Hill, di Moskwa, yang diyakini membahas soal Korea Utara.

Utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, juga dilaporkan berada di Moskwa pada kesempatan yang sama untuk menghadiri pertemuan dengan pejabat Rusia.

Ushakov menambahkan, tidak ada agenda pemberian pernyataan bersama maupun acara penandatanganan perjanjian selama pertemuan puncak tersebut.

Hubungan antara Pyongyang dengan Moskwa yang pernah menjadi sekutu pentingnya, telah berlangsung selama puluhan tahun.

Uni Soviet bahkan menyebut kakek Kim Jong Un, pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il Sung, sebagai pendukung penting dan penyedia utama bantuan ke Pyongyang selama masa Perang Dingin.

Uni Soviet mulai mengurangi dana ke Korea Utara saat Pyongyang mulai mencoba rekonsiliasi dengan Seoul pada 1980-an, yang disusul dengan runtuhnya Soviet.

Sejak saat itu, China telah menjadi sekutu terpenting Korea Utara, menggantikan Soviet, dan menjadi mitra dagang terbesar serta pemasok bahan bakar krusial bagi negara tertutup itu.

Baca juga: Kim Jong Un Bakal Bertemu Putin di Rumah Armada Pasifik Rusia



Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional

Close Ads X