Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Kompas.com - 23/04/2019, 20:25 WIB
Petugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 52 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut. AFP/ISHARA S KODIKARAPetugas melakukan penjagaan pasca-ledakan yang menimpa Gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo, Minggu (21/4/2019). Jumlah korban tewas dalam ledakan yang menimpa sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sudah mencapai 52 orang, belum dipastikan penyebab dan pelaku peledakan tersebut.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Selandia Baru mengatakan belum ada laporan intelijen yang menghubungkan tragedi serangan bom di Sri Lanka dengan aksi teror penembakan dua masjid di Christchurch.

Pernyataan tersebut disampikan kantor Perdana Menteri Jacinda Ardern, Selasa (23/4/2019) malam, menanggapi pernyataan pejabat Sri Lanka yang menyebut serangkaian serangan bom di negara itu akhir pekan lalu, sebagai balasan penembakan masjid di Christchurch.

Juru bicara perdana menteri mengatakan, pemerintah Selandia Baru telah melihat laporan pernyataan menteri pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene, yang mengkaitkan delapan ledakan bom pada Minggu (21/4/2019) lalu dengan teror penembakan Christchurch, 15 Maret lalu.

"Kami memahami laporan penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal," ujar juru bicara perdana menteri Selandia Baru, Selasa (23/4/2019), seperti dikutip AFP.

Baca juga: Ledakan Bom Sri Lanka Disebut Balasan atas Penembakan Masjid Selandia Baru

"(Tetapi) Selandia Baru belum melihat adanya intelijen yang menjadi dasar atas penilaian semacam itu," tambah juru bicara.

"Penduduk Selandia Baru menentang aksi terorisme maupun kekerasan ekstrem dalam segala bentuk. Setelah serangan di masjid di Christchurch, kecaman kepada pelaku kekerasan dan pesan perdamaian telah menyatukan kita semua," lanjut pernyataan juru bicara.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene menyatakan, hasil investigasi awal menunjukkan bahwa serangkaian ledakan bom yang menewaskan lebih dari 300 orang di Sri Lanka merupakan bentuk balas dendam.

"Penyelidikan awal menunjukkan ledakan bom di Sri Lanka merupakan balas dendam terhadap serangan kepada Muslim di Christchurch," kata Wijewardene.

Dikutip The Guardian, terdapat memo intelijen yang beredar di kalangan pejabat keamanan bahwa salah satu pelaku sempat mengisi akun media sosialnya dengan "konten ekstremis".

Pelaku memutuskan memperbarui konten media sosialnya setelah penembakan yang dilakukan teroris kulit putih terhadap jemaah di Masjid Al Noor dan Linwood.

Direktur Grup Intelijen SITE, Rita Katz, dikutip NZ Herald berkata, pendukung ISIS menyatakan serangan di Sri Lanka merupakan balasan atas penembakan Christchurch.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan Bom Sri Lanka Bertambah Jadi 321 Orang

Wijewardene menjelaskan, National Thowheeth Jamaath (NJT) yang disebut bertanggung jawab atas insiden di Sri Lanka mempunyai hubungan dengan kelompok radikal di India.

"NJT ini mempunyai hubungan dekat dengan Jamaat-ul-Mujahideen India (JMI). Hubungan itu kini telah terungkap," kata Wijewardene di hadapan politisi.

AFP memberitakan sangat sedikit yang diketahui tentang JMI selain catatan bahwa kelompok itu didirikan pada 2018, dan berafiliasi dengan grup serupa di Bangladesh.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X