Hari Ini dalam Sejarah: Soyuz 1 Meluncur, tetapi Gagal dan Kosmonotnya Tewas

Kompas.com - 23/04/2019, 14:32 WIB
Pecahan dari Soyus 1 yang menabrak bumi spacesafetymagazinePecahan dari Soyus 1 yang menabrak bumi

Pada 1961, Uni Soviet mengirim manusia pertama ke luar angkasa. Misi ini menjadikan Yuri Gagarin sebagai pahlawan nasional dan selebritas dunia.

Langkah inilah yang menjadikan Uni Soviet terus mengembangkan misi antariksa mereka. Salah satu pemimpin Uni Soviet yang bernama Leonid Brezhnev juga ingin membuat keberhasilan sebagai kado dalam merayakan peringatan 50 tahun revolusi Bolshevik.

Akhirnya, insinyur Uni Soviet membuat dan mengembangkan program Soyuz. Selain untuk peringatan, misi ini juga berguna untuk menempatkan manusia menuju bulan.

Program pertama adalah Soyuz 1 yang dijadwalkan akan diawaki oleh seorang kosmonot bernama Vladimir Komarov.

Sebelum diluncurkan, para insinyur Soyuz 1 disebut telah melaporkan 203 kesalahan desain kepada para pemimpin partai. Namun, laporan ditolak dan Soyuz 1 diharuskan segera meluncur.

Penolakan ini disebabkan ambisi pimpinan Uni Soviet untuk mengalahkan Amerika Serikat dalam space race, terutama misi pendaratan di Bulan. Selain itu, misi ini dilakukan untuk mengambil keuntungan dari program luar angkasa AS atas Apollo 1.

Soyuz 1 diluncurkan pada 23 April 1967 dari Kosmodrom Baikonur. Masalah mulai muncul setelah pesawat lepas landas. Salah satu panel surya Soyuz 1 tak berfungsi, mengakibatkan kekurangan daya untuk sistem pesawat ruang angkasa.

Sistem kontrol juga tak berfungsi dengan baik, sehingga pesawat tak mudah dikendalikan dengan baik. Peluncuran Soyuz 2 yang dijadwalkan segera diluncurkan akhirnya ditunda, dan Komarov diperintahkan untuk kembali ke bumi.

Baca juga: 4 Kisah Inspiratif Kosmonot dan Astronot di Ruang Angkasa...

Duka mendalam

Kematian Komarov menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Uni Soviet. Banyak pihak yang menyayangkan peristiwa itu, mengingat Soyuz 1 tak layak untuk terbang.

Istri Komarov sebelumnya tak diberitahu mengenai peluncuran Soyuz 1. Dia hanya mendengar kabar duka itu setelah suaminya mencapai orbit dan tewas.

Yuri Gagarin yang notabene merupakan sahabat Kolarov dan juga kosmonot cadangan dari misi ini memberikan tanggapannya kepada media. Dia mengkritik Soyuz 1 sebagai program cacat karena hanya mementingkan keinginan pemerintah, saja tanpa memikirkan keselamatan kosmonot.

Sabagai penghormatan, Komarov dimakamkan melalui upacara kenegaraan di Moskwa. Abu jenazahnya disimpan di dinding Kremlin. Vladimir Komarov dianugerahi sebagai pahlawan Uni Soviet.

Terlepas dari bahaya dan kegagalan tersebut, baik Uni Soviet dan AS melanjutkan program eksplorasi ruang angkasa mereka. AS mendaratkan astronotnya di bulan hanya dua tahun kemudian, yaitu Neil Armstrong dan Edwin "Buzz" Aldrin.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Stasiun Luar Angkasa Pertama di Dunia Diluncurkan

Halaman:
Baca tentang


Sumber History
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X