Kompas.com - 23/04/2019, 10:41 WIB

KOMPAS.com - Perang Dunia I dikenal sebagai awal perang besar karena penggunaan beberapa senjata yang mematikan. Ketika itu kedua kubu yang berperang menunjukkan senjata terbaiknya.

Persenjataan yang digunakan mulai dari senjata berat, senapan mesin, hingga senjata kimia digunakan dalam perang kali ini.

Tujuannya hanya demi kemenangan. Jatuhnya korban tewas, yang juga banyak warga sipil, sepertinya tidak dipedulikan.

Berikut ini adalah senjata mematikan pada Perang Dunia I:

1. U-Boat 93

U-Boat 93wikipedia U-Boat 93
U-Boat 93 adalah salah satu senjata paling mematikan yang digunakan selama Perang Dunia I. Kapal selam ini dimiliki Angkatan Laut Kekaisaran Jerman.

Namanya berasal dari Unterseeboot yang berarti kapal bawah laut. Tipe 93 dibangun oleh Kaiserliche Marine. Kapal Selam U-type 93 membawa 16 torpedo dan memiliki pengaturan senjata.

Pada 1917 beberapa kapal selam dipasang kembali dengan pistol 10,5 cm dengan kekuatan 220 putaran. Kapal-kapal ini memiliki kapasitas menampung 39 awak dan dilengkapi dengan kemampuan berlayar yang sangat baik dengan jangkauan jelajah sekitar 17.000 km.

Kapal selam ini menenggelamkan sekitar 3 persen dari pengiriman senjata Sekutu via jalur laut. Mereka juga berhasil merusak dan menangkap kapal-kapal Sekutu semasa Perang Dunia I.

Karena keberhasilannya, kapal selam jenis ini akhirnya digunakan pada Perang Dunia II dengan beberapa modifikasi persenjataan yang lebih modern.

Baca juga: 9 Pesawat Terbaik yang Mengudara Saat Perang Dunia I

2. Balon udara Zeppelin

Pesawat Zeppelin LZ-18 L-2 di Berlin Johannistal. (zeppelinhistory.com) Pesawat Zeppelin LZ-18 L-2 di Berlin Johannistal. (zeppelinhistory.com)

Airships atau balon udara ini adalah jenis wahana udara yang lebih ringan dari jenis pesawat lainnya.

Kapal udara ini telah digunakan sebelum dimulainya perang, tetapi selama perang itulah debut sebagai senjata udara dimulai. Zeppelin adalah salah satu dari kapal udara pertama yang digunakan dalam perang.

Pesawat udara ini diciptakan oleh Count von Zeppelin, seorang pensiunan perwira tentara Jerman. Pada awal perang, Jerman menggunakan Zeppelin yang diisi dengan hidrogen, mampu melakukan perjalanan sekitar 136 kilometer per jam dan membawa 2 ton bom.

Perlawanan terhadap Inggris dimulai pada Januari 1915. Jerman percaya bahwa pesawat mereka adalah senjata yang ideal melawan keunggulan Angkatan Laut Inggris.

Jerman menggunakannya pada awalnya untuk merusak mental pasukan Inggris. Ketika perang berlangsung, kapal udara ini mampu merusak beberapa kota di Inggris.

Inggris kemudian menggunakan lampu sorot pada malam hari untuk mengidentifikasi balon udara ini. Selain itu, hidrogen yang mudah terbakar menjadi kelemahan Zeppelin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.