"Pengebom Itu Sempat Memegang Kepala Cucu Saya Saat Masuk ke Gereja"

Kompas.com - 23/04/2019, 06:34 WIB
Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).AFP/ISHARA S. KODIKARA Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).

KOLOMBO, KOMPAS.com — Saat Dilip Fernando tiba di Gereja St Sebastian di kota Negombo, Sri Lanka, pada Minggu Paskah (21/4/2019), tempat itu amat dipenuhi umat yang akan beribadah.

Akibat gereja terlalu penuh, Dilip memilih pergi dan beribadah di tempat lain. Keputusan itu menyelamatkan nyawa Dilip.

Sebab, tak lama setelah dia pergi, sebuah bom meledak menghancurkan gereja di saat umat tengah merayakan hari besar Kristen itu.

Baca juga: Ungkap Kasus Serangan Bom, Sri Lanka Minta Bantuan Interpol


Puluhan orang tewas di gereja itu dalam serangkaian serangan bom yang mengguncang Sri Lanka dan menewaskan tak kurang dari 290 orang.

Pada Senin pagi, sehari setelah tragedi itu, Fernando kembali ke gereja di kota pesisir itu untuk melihat kehancurannya.

"Saya biasa datang misa di sini," ujar pensiunan berusia 66 tahun itu kepada AFP.

Sementara di gereja yang diserang itu, puluhan aparat keamanan menjaga di luar tempat tersebut.

"Kemarin (Minggu) saya dan istri tiba pukul 07.30, tetapi gereja sudah penuh, tak ada lagi tempat. Saya tidak ingin berdiri sepanjang misa jadi saya pergi ke gereja lain," kata Dilip.

Dilip dan istri lolos dari maut, tetapi tujuh anggota keluarga besarnya, termasuk para ipar dan dua cucunya, memilih tetap di Gereja St Sebastian.

Mereka duduk di luar gereja karena di dalam sudah penuh.

Dan, di sanalah mereka melihat seorang pria yang mereka yakini sebagai pelaku bom bunuh diri.

"Di akhir misa, mereka melihat seorang pemuda masuk ke gereja dengan sebuah tas besar," ujar Dilip.

"Dia sempat memegang kepala cucu saya sembari lewat. Dia pelaku pengeboman," kata dia.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X