Ungkap Kasus Serangan Bom, Sri Lanka Minta Bantuan Interpol

Kompas.com - 22/04/2019, 22:29 WIB
Interpol. SHUTTERSTOCKInterpol.

COLOMBO, KOMPAS.com - Organisasi kepolisian internasional, Interpol, telah mengirim tim investigasi ke Sri Lanka untuk membantu pemerintah setempat mengungkap kasus serangan bom yang menewaskan hampir 300 orang.

Dilansir AFP, Interpol telah mengirim Tim Respon Insiden (IRT) atas permintaan otoritas Sri Lanka.

Tim yang dikirim akan meliputi petugas spesialis dengan keahlian pemeriksaan TKP, ahli bahan peledak, kontra-teror, dan identifikasi korban.

"Bahkan jika diperlukan, petugas tambahan dengan keahlian lain, seperti digital forensik, biometrik, serta analisis foto dan video akan siap dikirimkan untuk membantu tim di lapangan," kata pernyataan Interpol.

Disampaikan Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock, organisasi itu akan siap memberikan dukungan apa pun yang diperlukan pemerintah Sri Lanka dalam mengungkap kasus serangan bom pada Minggu (21/4/2019) itu.

Baca juga: Pascaserangan Bom, Pemerintah Sri Lanka Berlakukan Status Darurat

"Informasi untuk membantu mengidentifikasi orang-orang yang terkait dengan serangan dapat datang dari mana saja di dunia, di mana jaringan global dan basis data Interpol akan menjadi sangat penting, terutama bagi para petugas di lapangan," ujarnya, Senin (22/4/2019).

Delapan ledakan bom terjadi di sejumlah gereja dan hotel mewah di Sri Lanka, menyebabkan korban tewas sebanyak 290 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan bom itu, namun otoritas Sri Lanka mengumumkan telah menahan sebanyak 24 orang.

Pihak berwenang tidak memberikan rincian mengenai orang-orang yang ditahan. Namun diberitakan, pemerintah meyakini bahwa kelompok ekstremis lokal, National Thowheeth Jamaath (NTJ) berada di balik aksi serangan bom dan sedang menyelidiki ada tidaknya dukungan dari jaringan teroris internasional.

Sebelumnya, otoritas Sri Lanka mengumumkan pemberlakukan status darurat yang akan diberlakukan mulai Senin (22/4/2019) tengah malam.

Baca juga: Pemerintah Sri Lanka: Kelompok Radikal Lokal Dalangi Pengeboman

Pemberlakuan status darurat tersebut akan memungkinkan kepada pihak keamanan, mulai dari kepolisian, hingga angkatan bersenjata (angkatan darat, laut, dan udara), untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memastikan keamanan publik.

"Status darurat, yang akan memberikan polisi dan militer kekuasaan yang luas untuk menahan dan menginterogasi tersangka tanpa perintah pengadilan, akan mulai diberlakukan pada Senin tengah malam," kata kantor kepresidenan dalam pernyataannya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X