Perancis Kembali Dipusingkan Unjuk Rasa Rompi Kuning Berujung Bentrok

Kompas.com - 21/04/2019, 09:44 WIB
Aksi protes massa rompi kuning memasuki pekan ke-23 di Perancis. (AFP/Anne-Christine Poujaoulat) Aksi protes massa rompi kuning memasuki pekan ke-23 di Perancis. (AFP/Anne-Christine Poujaoulat)

PARIS, KOMPAS.com - Ketika Paris masih berduka atas terbakarnya Katedral Notre-Dame yang menjadi saksi sejarah, kota itu kembali menghadapi aksi protes demonstran " rompi kuning".

Laporan kantor berita AFP meyebutkan, pihak berwenang menangkap lebih dari 200 orang dalam unjuk rasa rompi kuning di Paris yang berujung bentrok pada Sabtu (20/4/2019).

Bentrokan antara massa dan polisi terjadi pada sore hari setelah demonstrasi berjalan damai selama berjam-jam sebelumnya.

Baca juga: Caca-tovs, Bom Tinja Andalan Massa Rompi Kuning saat Berunjuk Rasa

Perselisihan dipicu oleh polisi yang menggunakan granat setrum dan gasi air mata untuk membubarkan para demonstran.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan botol dan benda-benda lain ke polisi dan membakar kendaraan, penghalang keamanan, dan tempat sampah.

"Kekerasan harus dihentikan," kata Wali Kota Perancis Emmanuel Gregoire.

Kepolisian Paris menangkap 227 orang dengan lebih dari 20.500 pemeriksaan terhadap individu.

Kantor kejaksaan setempat menyatakan, sebanyak 178 orang telah ditahan termasuk enam anak di bawah umur.

Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner mengapresiasi kinerja polisi dalam mengurangi potensi kerusakan.

"Meski ada keinginan dari beberapa demonstran untuk memecahkan barang-barang lagi," ujarnya.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X