Rayakan Paskah, Warga Kristen Gaza Menanti Izin Israel Masuk Yerusalem

Kompas.com - 21/04/2019, 08:40 WIB
Perayaan Jumat Agung Gereja Makam Kudus, di Kota Lama Yerusalem, pada Jumat (19/4/2019). (AFP/THOMAS COEX) Perayaan Jumat Agung Gereja Makam Kudus, di Kota Lama Yerusalem, pada Jumat (19/4/2019). (AFP/THOMAS COEX)

GAZA CITY, KOMPAS.com - Otoritas pendudukan Isral menolak mengeluarkan izin perjalanan bagi ratusan orang Kristen Palestina dari Gaza yang berencana mengunjungi Yerusalem dan Betlehem selama masa Paskah.

Diwartakan Middle East Monitor, otoritas tidak mengeluarkan izin bagi mereka yang ingin mengunjungi Church of Navity atau Gereja Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem dan Gereja Makam Kudus di Yerusalem.

Kelompok HAM Israel, Gisha, melaporkan adanya keluhan terhadap pendudukan Israel sehubungan dengan pembatasan saat warga setempat bepergian selama liburan Paskah Yahudi.

Baca juga: Presiden Israel Tunjuk Netanyahu untuk Susun Pemerintahan Baru


"Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kebebasan bergerak, beribadah, dan meikmati kehidupan keluarrga bagi orang Kristen di Gaza," demikian pernyataan Gisha.

Laporan The Guardian menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumya minoritas Kristen yang beranggotakan 1.100 orang di Gaza diberikan izin ke Yerusalem dan Tepi Barat pada Paskah dan Natal.

Namun, militer Israel pada pekan lalu hanya mengizinkan Israel hanya mengizinkan 200 orang Kristen dari Gaza yang berusia 55 tahun lebih untuk melakukan perjalanan ke Yordania saja.

Gisha menilai keputusan tersebut sebagai upaya untuk memperdalam pemisahan antara Gaza dan Tepi Barat.

"Sulit membayangkan, otoritas Israel akan punya waktu untuk memproses aplikasi izin individu, sementara kekurangan tenaga kerja selama Paskah," ujar Juru Bicara Gisha, Miriam Marmur.

"Bahkan jika ada izin yang tiba-tiba diumumkan, warga tidak punya waktu untuk mempersiapkan perjalanan atau mengajukan banding jika izinnya ditolak," imbuhnya.

Pada bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku sedang mempertimbangkan pencaplokan sepihak sebagian dari bagian Tepi Barat.

Menanggapi hal itu, pemerintah Israel mengeluarkan rekomendasi pembentukan keamanan selama Paskah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X