Cari Puing F-35A, Militer AS dan Jepang Kerahkan Kapal Khusus

Kompas.com - 20/04/2019, 09:39 WIB
Jet temput F-35A milik Jepang. AFP / JAPAN OUT / JIJI PRESSJet temput F-35A milik Jepang.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Militer Jepang dan AS terus berupaya untuk menemukan seluruh bagian dari jet tempur F-35A yang jatuh di perairan Samudra Pasifik.

Kedua negara bahkan sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pencarian puing-puing dan penyelidikan penyebab kecelakaan yang terjadi pada 9 April lalu itu.

Dilansir Japan Times, Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya telah bertemu dengan Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan di Pentagon, Jumat (19/4/2019), untuk membahas operasi bersama puing pencarian F-35A tersebut.

Kedua negara menyatakan khawatir dengan adanya kemungkinan puing tersebut akan ditemukan oleh China atau Rusia yang berarti akan menjadi pelanggaran keamanan intelijen militer.

Baca juga: Jet Tempur F-35 Jepang Hilang dari Radar di Kawasan Pasifik

Disampaikan Iwaya usai pertemuannya dengan Shanahan, bahwa AS akan mengirimkan kapal pencarian laut dalam ke lokasi jatuhnya F-35A milik Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) untuk mengumpulkan sebagian besar dari puing-puing jet tempur buatan Lockheed Martin itu.

Kendati ada kekhawatiran akan pelanggaran keamanan intelijen dari puing-puing F-35A yang hilang, Iwaya mengecilkan kemungkinan China telah mengambil jet tempur yang jatuh itu.

"Kami masih melanjutkan proses pencarian di bawah pengawasan yang ketat. Saya tidak melihat adanya kemungkinan itu," ujar Iwaya kepada para wartawan.

Selain mencari puing jet tempur yang jatuh, Iwaya juga masih mengharapkan dalam proses pencarian untuk dapat menemukan pilot penerbang yang hilang, meski besar kemungkinan pilot itu sudah tewas.

Jet tempur F-35A milik Pasukan Bela Diri Jepang dilaporkan hilang dari radar pada Selasa (9/4/2019) malam, sekitar pukul 19.30 waktu setempat, setelah terbang dalam misi latihan malam di 135 kilometer timur Misawa, Jepang timur laut.

Pesawat hilang kontak dengan markas sekitar 30 menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Misawa bersama dengan tiga pesawat tempur lainnya.

Jepang telah membeli 13 unit F-35A dari AS seharga lebih dari 10 miliar yen (Rp 1,2 triliun) per unit, untuk menggantikan pesawat F-4 yang sudah mulai usang.

Jet tempur tersebut menjadi skuadron pertama F-35 yang ditempatkan di Misawa pada 26 Maret lalu.

Baca juga: Buntut Hilang dari Radar, Jepang Kandangkan Seluruh Jet Tempur F-35

Meski insiden kali ini membuat Jepang menangguhkan sementara operasional pesawat F-35A lainnya, namun kecelakaan tersebut tampaknya tidak mempengaruhi rencana Tokyo untuk melanjutkan proses pembelian berikutnya.

"Pada titik ini, kami tidak memiliki informasi spesifik yang akan mengarah pada perubahan dalam rencana pengadaan kami. Kami tidak memiliki rencana untuk mengubah akuisisi maupun penyebarannya di masa mendatang," ujar Iwaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X