Jual Obat Pelangsing Ilegal, Dua Aktris China Dihukum Penjara

Kompas.com - 19/04/2019, 23:32 WIB
Ilustrasi obat.Shutterstock Ilustrasi obat.

BEIJING, KOMPAS.com - Dua aktris China yang tak terlalu populer, dikabarkan telah dijatuhi hukuman penjara akibat kasus penjualan obat pelangsing ilegal.

Kedua aktris tersebut, Zhao Dan dan Guo Jing, berusia 33 tahun dan bekerja pada perusahaan hiburan Benshan Media Group. Mereka dinyatakan bersalah karena terlibat dalam produksi dan penjualan obat pelangsing tak berizin.

Pengadilan Beijing menjatuhkan hukuman kepada masing-masing tiga dan satu tahun penjara. Demikian diberitakan Beijing Youth Daily, dikutip SCMP, Jumat (19/4/2019).

Dalam putusan pengadilan, obat tradisional berbentuk kapsul yang dijual kedua aktris tersebut melalui media sosial tidak terdaftar pada otoritas obat-obatan di China, karenanya obat-obatan tersebut dinyatakan palsu.


Baca juga: Obat Kedaluwarsa Ternyata Masih Aman Dikonsumsi, Benarkah?

Zhao dan Guo diketahui telah menjual obat-obatan tersebut sejak bulan Maret hingga Oktober tahun 2016, bekerja sama dengan pasangan suami istri Wang dan Gu, yang kini telah berada di penjara.

Zhao mendapat banyak penggemar setelah berhasil mengurangi berat badannya dari 110 kilogram pada 2014 menjadi hanya 55 kilogram pada 2016.

Dia sebelumnya dikenal dengan nama panggungnya, Plump Girl atau Gadis Gemuk karena bobot tubuhnya.

Dari situ, dia mendapat banyak pertanyaan tentang caranya menurunkan berat badan dengan cepat.

"Saya menjawab jika saya mengkonsumsi obat pelangsing. Dan saat mereka kembali bertanya di mana saya mendapatkan obat itu, saya mengarahkan mereka untuk menghubungi Guo dan Wang," ujarnya di hadapan persidangan.

Mereka lantas mempromosikan obat itu melalui media online dan mengklaim bahwa obat mereka telah dikembangkan oleh dokter pengobatan China tradisional dan tanpa efek samping.

Baca juga: Obat Suntik Diduga Bikin Narapidana Tersiksa, Eksekusi Tiga Terpidana Mati Ditunda

Kawanan itu mengatakan mereka mengemas dan menuliskan instruksi penggunaan obat itu sendiri. Mereka berhubungan dengan pembeli melalui WeChat dan mengantarkan barang menggunakan layanan kurir.

Guo mengatakan, mereka menjual obat-obatan tersebut seharga 1.900 yuan (sekitar Rp 3,9 juta) untuk satu set, dengan keuntungan 400 yuan (sekitar Rp 800.000).

Pendapatan kotor mereka disebut telah mencapai 1,1 juta yuan (sekitar Rp 230 juta), menurut catatan pengadilan. Zhao dan Guo telah ditangkap pada Februari tahun lalu.



Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X