Seoul: Senjata yang Diuji Coba Korut Bukan Rudal Balistik dan Tak Langgar Sanksi

Kompas.com - 19/04/2019, 20:24 WIB
Citra satelit bertanggal 16 Januari 2018 yang memperlihatkan reaktor nuklir di Yongbyon, Korea Utara (via Daily Mirror).- Citra satelit bertanggal 16 Januari 2018 yang memperlihatkan reaktor nuklir di Yongbyon, Korea Utara (via Daily Mirror).

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan turut mengkonfirmasi adanya uji coba peluncuran senjata terbaru yang dilakukan oleh Korea Utara.

Meski demikian, Seoul menilai uji coba senjata baru itu tidak melanggar sanksi yang dijatuhkan kepada Pyongyang oleh Dewan Keamanan PBB.

" Senjata kendali taktis baru yang diujitembakkan Korea Utara pekan ini adalah senjata kendali untuk pertempuran darat, bukan rudal balistik yang bisa dianggap sebagai pelanggaran sanksi," ujar pejabat Korea Selatan, Jumat (19/4/2019).

Diberitakan Kamis (18/4/2019) oleh kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, bahwa Pyongyang telah melakukan uji coba senjata kendali taktis baru yang diawasi langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.


Uji coba senjata terbaru itu disebut Kim Jong Un, sebagai peristiwa penting dalam penguatan kekuatan militer Korea Utara.

Baca juga: Kim Jong Un Awasi Uji Coba Senjata Terbaru dan Sangat Kuat Korut

Akan tetapi, laporan KCNA tidak merinci jenis senjata terbaru yang dikembangkan itu.

"Kami menduga itu adalah senjata kendali yang digunakan dalam pertempuran darat. Kami tidak melihat itu adalah rudal balistik," ujar Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan, kepada wartawan, seperti dikutip SCMP.

"Hasil penilaian ini dilakukan bersama oleh Korea Selatan dengan Amerika Serikat. Kami tidak dapat memberi rincian lebih lanjut karena ini adalah masalah intelije militer," tambahnya.

Sebelumnya, penjabat Menteri Pertahanan AS, Patrick Shanahan juga telah memberikan pernyataan seputar kabar uji coba senjata oleh Korea Utara itu.

Pentagon mengakui adanya uji coba peluncuran oleh Korea Utara, tetapi Shanahan menegaskan bahwa uji coba itu tidak melibatkan persenjataan balistik dan tidak sampai memicu reaksi dari operasi militer AS.

Kabar uji coba senjata baru oleh Korea Utara ini muncul di tengah dialog tentang denuklirisasi antara Washington dengan Pyongyang yang terhenti, setelah pertemuan kedua antara Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Februari lalu, tidak membuahkan kesepakatan.

Kabar uji coba itu juga menguatkan kebenaran laporan tentang aktivitas yang terdeteksi di fasilitas nuklir Yongbyon dan situs peluncuran roket Korut di Sohae beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pentagon Benarkan Korea Utara Telah Gelar Uji Coba Senjata

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X