Korea Utara Desak AS Tarik Pompeo dari Pembicaraan Denuklirisasi

Kompas.com - 18/04/2019, 15:25 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP) Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kanan) bertemu di Paekhwawon State Guesthouse di Pyongyang, Korea Utara. Foto ini diambil pada Minggu (7/10/2018) oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA). (AFP)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara dikabarkan mendesak kepada Amerika Serikat untuk menarik Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dari pembicaraan denuklirisasi dengan Pyongyang.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Departemen Urusan Amerika Kwon Jong Gun dari Kementerian Luar Negeri Korut yang dikutip media pemerintah, KCNA.

Alasan penolakan terhadap Pompeo itu disebut lantaran menteri luar negeri AS itu dianggap telah melecehkan diskusi kedua pihak.

"Saya khawatir jika Pompeo (tetap) dilibatkan dalam pembicaraan selanjutnya, maka diskusi akan menjadi sangat buruk dan pembicaraan akan menjadi kacau," ujar Kwon Jung Gun, Kamis (18/4/2019).

"Oleh karena itu, jika kemungkinan dialog kembali dimulai dengan AS, saya berharap rekan dialog kami bukan Pompeo, tetapi seseorang yang lebih berhati-hati dan dewasa dalam berkomunikasi dengan kami," tambahnya, dikutip AFP.

Baca juga: Pompeo Tunda Rencana Pertemuannya dengan Orang Nomor Dua Korea Utara

Komentar Pyongyang tentang Pompeo itu disampaikan beberapa jam setelah pengumuman uji coba senjata taktis baru dengan "hulu ledak sangat kuat" yang dikabarkan dilakukan Korut.

Tidak ada informasi mengenai uji coba tersebut apakah sudah atau baru akan dilakukan, maupun kapan dan di mana dilakukannya.

Namun kabar uji coba itu menjadi yang pertama kalinya sejak dimulainya pertemuan dan pembicaraan denuklirisasi Washington dengan Pyongyang yang terakhir dilakukan dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Februari lalu.

Pertemuan terakhir itu tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan Trump meninggalkan ruang pertemuan lebih cepat dan bahkan tanpa memberikan pernyataan bersama dengan Kim Jong Un.

Kwon Jong Gun menambahkan, apabila AS tidak dapat menyingkirkan "akar permasalahan" yang mendorong Korea Utara memiliki senjata nuklir, maka "tidak ada pihak yang bisa memprediksi situasi di Semenanjung Korea".

Meski demikian, Kwon Jong Gun juga menyebut situasi saat ini masih lebih beruntung lantaran hubungan antara Kim Jong Un dengan Donald Trump yang tetap baik, meski sempat terjadi kemacetan dalam pembicaraan denuklirisasi.

Baca juga: Pompeo Sebut China Biang Krisis Venezuela, Beijing: Bohong Tetaplah Bohong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X