Kompas.com - 18/04/2019, 12:11 WIB
Presiden Israel Reuven Rivlin (kanan) saat menyerahkan surat penunjukkan kepada Benjamin Netanyahu untuk mulai menyusun pemerintahan koalisi yang baru, Rabu (17/4/2019). AFP / MENAHEM KAHANAPresiden Israel Reuven Rivlin (kanan) saat menyerahkan surat penunjukkan kepada Benjamin Netanyahu untuk mulai menyusun pemerintahan koalisi yang baru, Rabu (17/4/2019).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Presiden Israel Reuven Rivlin, pada Rabu (17/4/2019), resmi menyerahkan surat penunjukkan kepada Benjamin Netanyahu untuk mulai menyusun pemerintahan koalisi yang baru.

Penunjukkan tersebut menyusul hasil konsultasi presiden dengan partai-partai peserta pemilihan umum yang telah dilangsungkan pekan lalu.

Dalam seremoni yang disiarkan televisi, Presiden Rivlin menyerahkan surat penunjukkan kepada Netanyahu dan mengatakan bahwa sebagian besar parlemen terpilih merekomendasikan dirinya.

"Sebanyak 65 dari 120 anggota parlemen telah merekomendasikan Anda," ujar Rivlin kepada Netanyahu.

Baca juga: Pekan Depan, Presiden Israel Mulai Gelar Konsultasi Partai Politik

Sementara pesaingnya dalam pemilu, Benny Gantz dari Aliansi Biru Putih hanya mendapat dukungan dari 45 anggota dan 10 anggota dari partai Arab memilih tidak merekomendasikan satu pun dari kedua calon.

Penunjukkan Netanyahu tidak lepas dari keunggulan partai sayap kanan, termasuk Partai Likud yang dipimpinnya, dalam pemilihan umum yang dilangsungkan 9 April lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai menerima surat penunjukkan, Netanyahu menyampaikan janjinya untuk melayani semua warga Israel, lawan maupun pendukung.

"Ini adalah kelima kalinya saya mengambil tugas menyusun pemerintahan Israel. Tidak ada hak istimewa yang lebih besar dalam kehidupan demokratis," ujar Netanyahu, dikutip AFP.

"Saya sangat sadar akan besarnya tanggung jawab yang diletakkan di pundak saya dan akan bertindak sebagai utusan dari semua orang, mereka yang memilih saya maupun yang tidak," tambahnya.

Usai penunjukkan tersebut, Netanyahu kini memiliki waktu 28 hari untuk menyusun pemerintahan Israel yang baru, dengan kemungkinan perpanjangan dua minggu.

Penunjukkan tersebut sekaligus menempatkan Netanyahu ke jalur untuk menjadi perdana menteri Israel paling lama menjabat, bahkan melampaui pendiri negara, David Ben-Gurion.

Baca juga: Partai Sayap Kanan Unggul, Netanyahu Berpeluang Menangi Pemilu Israel



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X