Hindari Penangkapan, Mantan Presiden Peru Tembak Kepala Sendiri

Kompas.com - 17/04/2019, 22:35 WIB
Mantan presiden Peru Alan Garcia.AFP / ALEJANDRO PAGNI Mantan presiden Peru Alan Garcia.

LIMA, KOMPAS.com - Mantan presiden Peru Alan Garcia tewas akibat luka tembak di kepala. Diduga Garcia menembak kepalanya sendiri di rumahnya, Rabu (17/4/2019), ketika polisi hendak menangkapnya.

Mantan presiden berusia 69 tahun itu segera dilarikan ke rumah sakit di Lima, tak lama setelah insiden dan menjalani operasi darurat.

Menteri Kesehatan Peru Zulema Tomas mengatakan, mantan presiden itu sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

"Kondisinya sangat serius dan kritis. Dokter sampai harus menyadarkannya sebanyak tiga kali setelah dia mengalami gagal jantung," kata Tomas, dilansir AFP.

Baca juga: Mantan Presiden Peru Ditahan di California karena Mabuk

Ditambahkan Tomas, peluru langsung menembus kepala Garcia. Mantan presiden itu sempat dalam penanganan intensif di Rumah Sakit Darurat Casimiro Ulloa di Lima.

Mantan presiden Garcia sebelumnya terjerat kasus korupsi dan hendak ditahan oleh petugas di kediamannya di Miraflores, Lima, sekitar pukul 06.30 pagi.

"Pagi ini terjadi kecelakaan yang patut disesalkan. (Mantan) presiden mengambil keputusan untuk menembak dirinya sendiri," kata pengacara Garcia, Erasmo Reyna, kepada wartawan di luar rumah sakit tempat kliennya menjalani operasi.

Garcia, presiden Peru untuk masa jabatan 1985-1990 dan 2006-2011, diduga menerima suap dari raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht, sebagai imbalan atas kontrak pekerjaan umum skala besar.

Pada November tahun lalu, Garcia sempat mencari perlindungan dan mengajukan suaka ke Kedutaan Uruguay, namun permohonannya ditolak dan dia harus pergi sebulan berikutnya.

Garcia merupakan satu dari empat mantan presiden Peru yang dilaporkan terlibat dalam berbagai skandal korupsi, bersama dengan Pedro Pablo Kuczynski, Ollanta Humala, dan Alejandro Toledo.

Perusahaan Odebrecht juga telah mengakui pihaknya membayar suap sebesar 29 juta dollar AS kepada pejabat Peru untuk tiga kontrak pekerjaan.

Sebagian pembayaran itu diduga dilakukan selama masa jabatan kedua Garcia untuk mengamankan kontrak pekerjaan pembangunan metro di Lima.

Laporan pers di Peru juga mengklaim Garcia telah menerima pembayaran sebesar 100.000 dollar dari dana ilegal Odebrecht untuk memberikan pidato kepara para pemimpin bisnis asal Brasil di Sao Paulo pada Mei 2012.

Baca juga: Presiden Venezuela dan Jajaran Kabinetnya Dilarang Masuk Peru




Close Ads X