Belum Ada Kepastian "Coblosan" Lanjutan di Sydney Bakal Digelar

Kompas.com - 17/04/2019, 17:47 WIB
Suasana saat pemilu di Sydney Sabtu pekan lalu (13/4/2019).Facebook/Esther Suhardi via ABC Suasana saat pemilu di Sydney Sabtu pekan lalu (13/4/2019).

SYDNEY, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) pada Selasa (16/4/2019) telah merekomendasikan agar diadakan pemilu lanjutan di Sydney, Australia.

Rekomendasi itu merupakan respon setelah ada warga yang tidak bisa memberikan suara di Sydney Town Hall karena sudah ditutup pukul 18.00 waktu setempat Sabtu pekan lalu (13/4/2019).

Kekisruhan itu kemudian memunculkan sebuah petisi yang mendesak adanya coblosan ulang dengan ABC Indonesia mewartakan Rabu (17/4/2019), ditandatangani oleh 40.000 orang.

Meski ada rekomendasi, Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) masih perlu melakukan tahapan sebelum memutuskan apakah pemilu lanjutan bisa digelar.


Baca juga: CEK FAKTA: Pencoblosan Ulang di Sydney, Australia

Ketua PPLN Sydney Heranudin menyatakan, konsentrasi panitia pemilihan pada hari ini adalah melakukan penghitungan surat suara yang sudah masuk.

Setelah melakukan penghitungan tersebut, Heranudin menjelaskan mereka bakal mendapatkan informasi mengenai jumlah surat suara yang masih tersisa.

Menurut Heranudin, yang lebih penting lagi adalah melaksanakan rekapitulasi Formulir C-7. Yakni daftar hadir dari pemilih yang sudah memberikan suara.

"Rekapitulasi ini akan sangat penting untuk memastikan bahwa jika terjadi pencoblosan lagi, tidak ada orang yang sampai mencoblos dua kali," katanya.

Setelah masalah administrasi tersebut diselesaikan, Heranudin mengatakan PPLN Sydney kemudian membuat laporan kepada KPU di Jakarta dan menunggu langkah selanjutnya apa yang harus dilakukan.

Heranudin menuturkan panitia tidak bisa memastikan berapa jumlah warga yang tak mendapat kesempatan memilih di TPS Town Hall karena tak pernah melakukan kontak langsung.

Dia mengungkapkan kerumunan orang di luar Town Hall bisa jadi adalah mereka yang sudah memilih namun belum pulang, ataukah berada di sana karena urusan lain.

Dari perkiraan sementara, ada 25.000 orang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) sementara ada 2.000 orang yang namanya berada di Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Saat pemungutan suara pekan lalu, warga yang datang memberikan suara di PPLN Sydney mencapai 12.000 orang. "Ini 50 persen. Naik sedikit dibandingkan 2014," kata Heranudin.

Salah satu yang antusias jika dilaksanakan pemilu lanjutan adalah Ananda Tanata. Dia baru tiba di Sydney tiga bulan lalu untuk melanjutkan pendidikan.

"Kalau disuruh datang lagi pasti saya akan melakukannya. Saya mau menggunakan hak suara saya demi Indonesia," kata Ananda yang sudah memiliki formulir A5 dari Jakarta.

Baca juga: Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Susulan di Sydney

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X