Saat Keunikan TPS Jakarta Selatan Dibahas Media Singapura

Kompas.com - 17/04/2019, 17:00 WIB
Panitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) 073 yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berdandan ala Valak hingga Vampir untuk menarik pemilih. ST PHOTO/ARIFFIN JAMARPanitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) 073 yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berdandan ala Valak hingga Vampir untuk menarik pemilih.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana "mengerikan" terlihat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 073 yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebab, ada Valak, Drakula, dan sejumlah hantu lainnya.

Namun, suasana mengerikan itu merupakan bentuk kreativitas panitia pemilu untuk menarik minat warga sekitar guna datang dan menggunakan hak pilihnya.

Baca juga: Terindikasi Ada Jual Beli Suara, Voting Pemilu di India Selatan Ditunda

Diwartakan Straits Times Rabu (17/4/2019), panitia TPS yang berlokasi di Jalan Gunung Balong 1 berdandan mulai dari pocong, vampir, hingga Valak.

Bahkan untuk memberikan kesan mistis, setiap panitia TPS juga mempunyai kisah bagaimana mereka bisa "meninggal", Salah satunya adalah Mohammad Dasir.

"Saya ditabrak bus," ujar pria 42 tahun tersebut sembari berpakaian pocong lengkap dengan kain kafan, dan bertugas memandu calon pemilih untuk masuk.

Tetangganya Andi Alfaqi mengatakan, dia meninggal setelah seseorang memukulnya dengan sekop ketika tertidur. Dia mengenakan pakaian Drakula lengkap dengan sekop.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mahasiswa sebuah universitas itu merupakan panitia yang bertugas membantu pemilih mencelupkan jari mereka ke tinta sebagai tanda mereka sudah mencoblos.

Ketua TPS Gunung Balong Adnan Yasin menjelaskan, tema unik yang mereka usung berhasil meningkatkan partisipasi pemilih jika dibandingkan dengan Pemilu 2014.

"Saya bisa menyatakan pemilu tahun ini diikuti oleh sekitar 80 persen. Dibandingkan dengan 65 persen lima tahun lalu," kata Adnan setelah pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB.

Mengenakan pakaian vampir, menyatakan panitia menggunakan kocek mereka sendiri untuk dandanan. Sementara dekorasi didanai dari biaya sewa tenda yang dialokasikan KPU.

Panitia tidak menggunakan tenda karena penduduk setempat mengizinkan mereka menggunakan rumah secara cuma-cuma. Adnan menuturkan mereka ingin memperkenalkan sesuatu yang lucu.

"Kami ingin menambahkan elemen misteri sehingga menimbulkan rasa penasaran. Sejauh ini berhasil," ujar Adnan yang menambahkan, dia "tewas" karena digigit vampir senior.

Baca juga: Wapres Berharap Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019 Lampaui 75 Persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X