Parlemen Iran Deklarasikan Komando Pusat AS sebagai Organisasi Teroris

Kompas.com - 17/04/2019, 15:11 WIB
Markas Komando Pusat AS di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida. AFP / MANDEL NGANMarkas Komando Pusat AS di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida.

TEHERAN, KOMPAS.com - Parlemen Iran mengambil keputusan menetapkan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang merupakan angkatan bersenjata Amerika Serikat, sebagai organisasi teroris.

Berdasarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang baru disepakati oleh mayoritas parlemen Iran tersebut, seluruh organisasi, lembaga, maupun pasukan di bawah Komando Pusat AS, akan dianggap sebagai teroris oleh Teheran.

Langkah penetapan tersebut menjadi respon terbaru dari pemerintah Iran terhadap keputusan AS yang memasukkan Garda Revolusi Iran, cabang militer resmi Angkatan Bersenjata Iran, sebagai organisasi teroris.

"Pemerintah Republik Islam Iran dan Angkatan Bersenjata diharuskan untuk mengambil tindakan pencegahan dan antisipasi kapan pun diperlukan, guna mencegah pasukan AS yang bermusuhan dari segala kemungkinan yang bertentangan dengan kepentingan Iran," tulis RUU tersebut, dikutip FNA.

Baca juga: Protes kepada AS, Politisi Iran Pakai Seragam Garda Revolusi

"Siapa pun yang menawarkan militer, intelijen, keuangan, maupun dukungan lainnya terhadap CENTCOM dan pasukan afiliasinya, maka akan dianggap sebagai pendukung terorisme," lanjut RUU tersebut.

Melalui RUU yang terdiri dari 13 pasal tersebut, juga akan mengamanatkan kepada otoritas Iran untuk mulai mengumpulkan informasi intelijen tentang kegiatan CENTCOM, yang nantinya dapat digunakan di pengadilan Iran guna menuntut individu-individu tertentu.

Namun undang-undang tersebut, bagaimanapun, tidak menyebutkan dengan jelas mekanisme yang pasti di mana warga negara Amerika dapat diadili di bawah hukum baru Iran itu.

Pekan lalu, AS untuk pertama kalinya, menetapkan lembaga militer asing, yakni Garda Revolusi Iran, sebagai organisasi teroris.

Keputusan yang disampaikan Presiden Donald Trump itu semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dengan Teheran, setelah penarikan secara sepihak Trump dari perjanjian nuklir Iran 2015, yang diikuti pemberlakukan kembali sanksi kepada Iran.

Garda Revolusi Iran dibentuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini pascarevolusi 1979 yang menggulingkan raja terakhir Shah Muhammad Reza Pahlavi.

Pasukan yang menjadi bagian dari militer Iran itu bertugas melindungi sistem kekuasaan dan ideologi Syiah, serta menjalankan perintah dari Pemimpin Tertinggi Iran.

Cabang paling terkenal di Garda adalah Pasukan Quds, di mana pemerintah Iran menjadikannya kepanjangan tangan untuk kepentingan luar negeri.

Baca juga: Dianggap sebagai Teroris, Ini Fakta Garda Revolusi Iran



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X